Karawanghitz, Kabupaten Bekasi — Tim BSI Explore 2026 mengikuti kegiatan Gebyar Senam dan Gerak bersama masyarakat Desa Karang Indah, Jawa Barat, pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbaur dengan warga sekaligus membantu pelaksanaan aktivitas sosial dan kebugaran yang digagas masyarakat setempat.
Sejak pagi, warga dari berbagai kelompok usia mulai berkumpul di lokasi kegiatan. Kehadiran mahasiswa turut menambah peserta sekaligus membantu sejumlah kebutuhan teknis agar rangkaian kegiatan berlangsung tertib. Mahasiswa menyesuaikan peran dengan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak yang terlibat.
Rangkaian kegiatan diawali senam bersama. Warga dan mahasiswa mengikuti gerakan yang dipandu instruktur dengan suasana santai. Musik yang diputar selama kegiatan membuat peserta lebih antusias mengikuti gerakan. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi ikut melakukan senam bersama warga dari awal hingga kegiatan berlangsung.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Bagi peserta BSI Explore, aktivitas tersebut menjadi cara sederhana untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Situasi yang santai membuat mahasiswa dan warga dapat berinteraksi tanpa suasana formal. Dari pertemuan itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan mengenal kegiatan sosial serta kebiasaan masyarakat yang berlangsung di Desa Karang Indah.
Peserta BSI Explore 2026, Aulia Rahma Suryani, mengatakan keterlibatan dalam Gebyar Senam dan Gerak memberikan pengalaman berbeda selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, mahasiswa dapat membantu kegiatan sekaligus merasakan langsung suasana kebersamaan bersama warga.
“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan warga seperti ini. Selain membantu, kami dapat berbaur dan merasakan langsung kebersamaan dengan masyarakat Desa Karang Indah,” ujar Aulia.
Ia menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat membantu mahasiswa membangun komunikasi yang lebih mudah. Dengan mengikuti aktivitas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga, mahasiswa dapat memahami karakter masyarakat dan mengenali kebiasaan yang berkembang di lingkungan desa.
Selain menjadi aktivitas fisik, Gebyar Senam dan Gerak berfungsi sebagai ruang pertemuan warga. Peserta dapat berinteraksi, berbincang, dan mengikuti kegiatan bersama dalam suasana yang tidak formal. Aktivitas semacam ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut keterlibatan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran peserta BSI Explore membuat suasana kegiatan lebih ramai dan membuka kesempatan bagi warga untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang sedang tinggal di desa.
“Senang mahasiswa ikut bergabung. Jadi kami tidak hanya senam bersama warga, tetapi juga bisa berkenalan dan melakukan kegiatan bersama mahasiswa. Semoga selama mereka berada di sini, kerja sama dengan warga terus berjalan,” katanya.
Usai mengikuti senam, mahasiswa tetap membantu kebutuhan kegiatan sesuai kondisi di lokasi. Mereka berkoordinasi dengan pihak terkait dan menjalankan tugas yang diperlukan agar acara dapat berlangsung dengan baik. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami bahwa kerja sama dengan masyarakat dapat dimulai melalui kegiatan yang sederhana.
Interaksi selama acara juga memberikan pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Mereka berhadapan langsung dengan warga dari berbagai usia dan latar belakang, sehingga perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan bersikap. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lingkungan baru.
Kegiatan bersama masyarakat juga menjadi salah satu pendekatan Tim BSI Explore 2026 sebelum melaksanakan agenda lainnya. Hubungan yang terbangun melalui interaksi langsung dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Pemahaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam menjalankan program kerja selama berada di Desa Karang Indah.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
BSI Explore 2026 dilaksanakan pada 5–25 Agustus 2026 dengan menempatkan peserta dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan didampingi satu Dosen Pendamping Lapangan (DPL) untuk membantu memastikan tujuan serta luaran program dapat tercapai.
Tim yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Selama berada di desa, tim mengikuti berbagai aktivitas masyarakat sebagai bagian dari rangkaian pengabdian.
Keikutsertaan dalam Gebyar Senam dan Gerak menjadi salah satu aktivitas yang mempertemukan mahasiswa dengan warga dalam suasana santai. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk berkomunikasi, saling mengenal, dan membantu kebutuhan masyarakat langsung. Aktivitas bersama itu berlangsung sebagai bagian dari rangkaian BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah.










