Literasi SekolahNewsPendidikan

Siswa SDN Karang Indah 01 Belajar Daur Ulang Lewat Mozaik

×

Siswa SDN Karang Indah 01 Belajar Daur Ulang Lewat Mozaik

Sebarkan artikel ini
Karang

Karawanghitz, Bekasi – Siswa SDN Karang Indah 01, Desa Karang Indah, Kabupaten Bekasi, mengikuti kegiatan membuat mozaik dari sampah plastik yang diselenggarakan mahasiswa BSI Explore 2026 pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut menggabungkan pembelajaran kreatif dengan edukasi lingkungan untuk mengenalkan pemanfaatan kembali sampah plastik kepada anak-anak melalui aktivitas seni.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali barang bekas sebelum siswa mulai membuat karya. Sampah plastik yang digunakan terlebih dahulu dipilih dan disiapkan, kemudian dipotong atau disesuaikan dengan kebutuhan pola. Potongan tersebut selanjutnya disusun hingga membentuk gambar atau objek tertentu.

Para siswa terlihat aktif menentukan bahan dan warna yang akan digunakan. Sebagian mengerjakan karya secara mandiri, sedangkan siswa lainnya berdiskusi dengan teman atau meminta bantuan mahasiswa pendamping ketika mengalami kesulitan. Proses tersebut membuat kegiatan berjalan santai karena anak-anak dapat belajar sekaligus mengeksplorasi ide masing-masing.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, mengatakan kegiatan mozaik dipilih untuk memberikan pemahaman sederhana bahwa sampah plastik masih dapat dimanfaatkan apabila diolah secara kreatif.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa memahami bahwa sampah plastik tidak harus selalu dibuang atau dibakar. Dengan kreativitas, barang tersebut dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya menjadi mozaik seperti yang kami kerjakan hari ini,” ujar Kohar.

Menurut Kohar, aktivitas tersebut dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa untuk mengenal kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melihat secara langsung bahwa benda yang sudah tidak digunakan masih dapat memiliki fungsi apabila diolah dengan cara yang tepat.

“Harapannya, anak-anak tidak melihat sampah plastik hanya sebagai barang yang tidak berguna. Dari kegiatan ini, mereka dapat belajar memilah, memanfaatkan kembali, dan mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai,” katanya.

Selain mengenalkan pemanfaatan sampah, proses membuat mozaik juga melatih sejumlah kemampuan siswa. Mereka perlu memilih warna, menentukan susunan potongan, mengikuti pola, serta menyelesaikan karya sampai tahap akhir. Aktivitas tersebut melatih ketelitian, kesabaran, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan menentukan pilihan secara sederhana.

Edukasi mengenai lingkungan disampaikan melalui praktik sehingga siswa dapat memahami materi melalui pengalaman langsung. Alih-alih hanya menerima penjelasan tentang sampah plastik, anak-anak diajak melihat dan mengolah bahan bekas menjadi karya. Cara tersebut membuat pembelajaran lebih dekat dengan aktivitas yang mereka sukai.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Mereka perlu menyampaikan pesan tentang lingkungan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa harus menyesuaikan pendampingan dengan karakter peserta agar setiap anak dapat mengikuti kegiatan dan memperoleh kesempatan untuk berkarya.

Interaksi yang berlangsung selama kegiatan turut mempererat hubungan mahasiswa dengan warga sekolah. Siswa memperoleh pengalaman belajar bersama mahasiswa, sedangkan mahasiswa dapat memahami kebutuhan edukasi anak secara langsung. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penyampaian pengetahuan tentang lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang melibatkan partisipasi peserta.

BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika yang berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan langsung bersama masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam tim yang ditempatkan di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas enam mahasiswa dan didampingi seorang Dosen Pendamping Lapangan. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program kerja sesuai dengan tujuan kegiatan di masing-masing wilayah.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah dipimpin Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Kegiatan bersama siswa SDN Karang Indah 01 menjadi salah satu bentuk aktivitas edukatif yang dilakukan tim selama berada di desa mitra.

Melalui potongan plastik yang sebelumnya tidak digunakan, siswa menghasilkan karya berdasarkan pilihan warna dan pola masing-masing. Aktivitas tersebut sekaligus memperkenalkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk mengenali kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan.

Setelah kegiatan selesai, karya mozaik yang dibuat siswa menjadi hasil dari proses belajar yang menggabungkan seni dan kepedulian lingkungan. Bagi peserta, kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk berkreasi sekaligus mengenal pemanfaatan kembali sampah plastik melalui cara yang dekat dengan kehidupan mereka.