Karawanghitz, Karawang — Pelajar asal Kabupaten Karawang, Omar Sandy Zidane, 13, meraih Bronze Award dalam ajang Hong Kong International Mathematics Olympiad (Final) 2026. Siswa kelas 8 SMPS Alam Karawang tersebut memperoleh penghargaan setelah berkompetisi dengan pelajar dari berbagai negara dalam kompetisi matematika tingkat internasional.
Prestasi di Hong Kong menambah catatan pencapaian akademik Zidane. Sebelumnya, ia juga meraih Bronze Award dalam kompetisi IMSEO tingkat Provinsi Jawa Barat. Capaian tersebut menunjukkan konsistensinya mengikuti berbagai ajang yang menguji kemampuan matematika dan penalaran.
Bagi Zidane, mengikuti kompetisi internasional di Hong Kong memberikan pengalaman baru sekaligus menghadirkan tekanan tersendiri. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika harus berhadapan dengan peserta lain yang datang dari berbagai negara.
Baca juga:
Mau Kuliah di Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik? Ini 4 Pilihannya
“Deg-degan juga. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan juara dan membawa pulang medali Bronze,” ujar Zidane saat ditemui wartawan, Selasa (25/8/2026).
Ketertarikan Zidane terhadap matematika sudah terlihat sejak usia dini. Ibunya mengatakan kemampuan berhitung anaknya mulai tampak menonjol ketika Zidane berusia sekitar dua tahun. Saat itu, ia dinilai lebih cepat memahami konsep angka dibandingkan kemampuan membaca.
Potensi tersebut kemudian terus dikembangkan melalui latihan rutin. Zidane mengikuti bimbingan belajar matematika sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapannya menghadapi berbagai kompetisi yang membutuhkan kemampuan berhitung, logika, dan pemecahan masalah.
Dukungan juga datang dari lingkungan sekolah. SMPS Alam Karawang memberikan kelonggaran kehadiran atau dispensasi kepada Zidane ketika harus mengikuti perlombaan di luar daerah. Kebijakan tersebut membuatnya dapat tetap menjalankan kegiatan sekolah sekaligus mengikuti kompetisi sesuai jadwal.
Sebelum tampil dalam kompetisi matematika di Hong Kong, Zidane telah mengumpulkan sejumlah penghargaan dari berbagai bidang. Pada 2025, ia memperoleh Merit Award dalam Big Bay Bei International Olympiad Heat Round. Prestasi lain diraih dalam Robotics Regional Competition 2023.
Dalam kompetisi robotika tersebut, Zidane berhasil menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten pada kategori Programming “amCarbon Neutrality”. Pencapaian itu memperlihatkan bahwa minatnya tidak hanya terbatas pada matematika, tetapi juga berkembang ke bidang sains dan teknologi.
Rangkaian pengalaman mengikuti kompetisi turut membentuk kebiasaan Zidane dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan. Latihan dilakukan secara rutin, sementara pengalaman dari kompetisi sebelumnya menjadi bahan untuk memperbaiki kemampuan ketika menghadapi tantangan berikutnya.
Bagi keluarga, pencapaian tersebut menjadi alasan untuk terus memberikan ruang bagi Zidane mengembangkan minatnya. Orang tua Zidane mengatakan dukungan akan diberikan baik ketika anaknya mengikuti kompetisi matematika maupun saat mendalami bidang sains dan teknologi.
Dukungan keluarga tidak hanya berupa dorongan untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga membantu menjaga konsistensi latihan. Bimbingan yang dilakukan secara rutin menjadi salah satu bagian dari proses persiapan Zidane menghadapi kompetisi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Baca juga:
Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik
Prestasi di Hong Kong juga menambah pengalaman Zidane dalam berkompetisi di lingkungan internasional. Ia harus menghadapi peserta dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang beragam, sekaligus beradaptasi dengan suasana perlombaan di luar negeri.
Setelah meraih Bronze Award dalam Hong Kong International Mathematics Olympiad (Final) 2026, Zidane masih memiliki target berikutnya. Ia ingin meningkatkan kemampuan matematika dan memperbanyak pengalaman kompetisi sebagai persiapan untuk dapat mengikuti ajang International Mathematical Olympiad (IMO).
Target tersebut akan ditempuh melalui latihan dan pembelajaran yang terus dilakukan. Zidane bersama keluarga dan sekolah kini melanjutkan persiapan akademiknya sambil menunggu kesempatan mengikuti kompetisi matematika berikutnya.










