Karawanghitz, Karawang — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang dalam sepekan terakhir berdampak pada berbagai sektor usaha dan layanan publik. Gangguan pasokan listrik yang dilaporkan terjadi hingga tiga kali dengan durasi sekitar tiga hingga lima jam setiap kejadian menyebabkan aktivitas operasional sejumlah pelaku usaha terganggu dan memengaruhi produktivitas harian.
Dampak pemadaman dirasakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari kafe, warung kopi, hingga pelaku budidaya dan perdagangan ikan hias. Selain itu, aktivitas pelayanan administrasi di lingkungan pemerintahan desa juga sempat mengalami hambatan akibat terputusnya aliran listrik.
Sejumlah pelaku usaha mengaku harus menyesuaikan operasional selama listrik padam. Kondisi tersebut membuat sebagian layanan tidak dapat berjalan secara normal, terutama usaha yang bergantung pada peralatan elektronik sebagai penunjang utama kegiatan bisnis.
Baca juga: PLN Rampungkan Proyek Listrik Telukjambe, Industri Karawang Makin Tangguh
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman listrik dalam satu pekan terakhir terjadi beberapa kali dengan durasi antara tiga hingga lima jam. Waktu pemadaman yang cukup lama membuat aktivitas usaha harus dihentikan sementara hingga pasokan listrik kembali normal.
Para pelaku usaha memperkirakan kondisi tersebut berdampak pada penurunan pendapatan harian. Beberapa di antaranya menyebut omzet mengalami penurunan sekitar 30 hingga 50 persen karena keterbatasan dalam melayani pelanggan selama listrik tidak tersedia.
Salah satu sektor yang merasakan dampak langsung adalah usaha kuliner, khususnya kafe dan kedai kopi. Operasional bisnis jenis ini sangat bergantung pada mesin pembuat kopi, alat penggiling biji kopi, sistem pembayaran elektronik, hingga pendingin ruangan.
Manajer sebuah kafe di Karawang, Via, mengatakan pemadaman listrik membuat sebagian peralatan utama tidak dapat digunakan sehingga beberapa menu terpaksa tidak dijual untuk sementara waktu.
“Saat listrik padam, mesin penggiling kopi dan mesin espreso tidak bisa dioperasikan. Akibatnya, beberapa menu tidak dapat kami sajikan. Pendingin ruangan juga ikut mati sehingga kenyamanan pelanggan berkurang,” ujar Via.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pengunjung. Sebagian pelanggan memilih tidak berlama-lama berada di dalam kafe karena suhu ruangan meningkat ketika pendingin udara berhenti beroperasi.
Gangguan serupa juga dirasakan pelaku usaha budidaya ikan hias. Pasokan listrik menjadi komponen penting dalam menjaga sirkulasi air dan suplai oksigen di akuarium maupun kolam penampungan. Ketika listrik padam, sistem tersebut berhenti bekerja sehingga berpotensi mengganggu kondisi ikan.
Seorang pedagang ikan hias di Karawang, Asep Wahyudin, mengatakan dirinya harus menggunakan generator set (genset) portabel sebagai sumber listrik cadangan agar sistem aerasi tetap berjalan.
“Kami menyalakan genset supaya sirkulasi air dan suplai oksigen tetap tersedia. Kalau tidak segera diatasi, kondisi ikan bisa terganggu,” kata Asep.
Meski membantu menjaga kualitas air, penggunaan genset membuat biaya operasional meningkat. Pelaku usaha harus mengeluarkan anggaran tambahan untuk membeli bahan bakar agar genset dapat terus beroperasi selama pemadaman berlangsung.
Tidak hanya sektor usaha, layanan pemerintahan desa juga terdampak. Di Desa Warungbambu, aktivitas administrasi dan agenda pertemuan aparatur desa sempat terganggu akibat terputusnya pasokan listrik.
Baca juga: PLN Karawang Terima 96 Aduan Soal Tagihan Listrik Bengkak
Untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, pemerintah desa mengambil langkah dengan menyewa genset sebagai sumber listrik sementara. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan administrasi maupun rapat yang telah dijadwalkan tidak mengalami penundaan.
Sejumlah pelaku usaha berharap gangguan pasokan listrik dapat segera diatasi sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan normal. Mereka menilai kestabilan pasokan listrik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada penggunaan peralatan elektronik dalam operasional sehari-hari.
Hingga kini, pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah Karawang masih menjadi perhatian masyarakat. Para pelaku usaha berharap penyedia layanan kelistrikan dapat melakukan evaluasi serta perbaikan sistem agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik tidak kembali terganggu.












