Literasi SekolahNewsPendidikan

BSI Explore 2026 Karang Indah Tutup Pengabdian dengan Perpisahan

×

BSI Explore 2026 Karang Indah Tutup Pengabdian dengan Perpisahan

Sebarkan artikel ini
EXPLORE

Karawanghitz, Bekasi — Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah mengakhiri rangkaian pengabdian kepada masyarakat setelah lebih dari dua pekan menjalankan berbagai program bersama warga. Penutupan kegiatan pada akhir masa penugasan Agustus 2026 berlangsung dalam suasana haru, ketika mahasiswa berpamitan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Perpisahan digelar secara sederhana, tetapi kedekatan yang terbentuk selama kegiatan membuat momen tersebut terasa emosional bagi mahasiswa maupun warga. Interaksi yang berlangsung hampir setiap hari membuat hubungan keduanya berkembang dari sebatas kegiatan pengabdian menjadi relasi yang lebih akrab.

Salah satu warga yang memiliki kedekatan dengan mahasiswa adalah Bah Engkus bersama istrinya, Nek Nemah. Keduanya cukup sering berinteraksi dengan tim selama mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan di desa. Pertemuan yang semula berlangsung dalam konteks program pengabdian kemudian berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat melalui percakapan dan aktivitas sehari-hari.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Bah Engkus mengatakan keberadaan mahasiswa memberikan suasana berbeda bagi masyarakat selama masa penugasan. Ia mengaku kepergian tim terasa seperti berpisah dengan anggota keluarga yang telah menjadi bagian dari keseharian warga selama beberapa waktu.

“Awalnya kami melihat mahasiswa BSI Explore datang untuk menjalankan kegiatan. Namun, lama-kelamaan mereka terasa seperti keluarga sendiri karena sering bertemu, berbincang, dan bercanda. Jadi, ketika harus berpamitan, tentu ada rasa sedih,” ujar Bah Engkus.

Nek Nemah juga mengungkapkan kesan serupa. Menurutnya, kebersamaan dalam aktivitas sehari-hari justru menjadi bagian yang membuat kehadiran mahasiswa terasa dekat dengan warga. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin tetap terjaga meskipun mahasiswa telah kembali dari Desa Karang Indah.

“Kami senang bisa mengenal mereka. Anak-anaknya baik dan mau berbaur dengan warga. Semoga setelah kembali nanti mereka tetap mengingat Desa Karang Indah dan silaturahmi tetap berjalan,” kata Nek Nemah.

Bagi mahasiswa, momen perpisahan menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan pengabdian yang telah dilalui. Selama berada di desa, tim tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami kondisi sosial, kebiasaan, serta potensi yang dimiliki lingkungan setempat.

Ketua Tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, Kohar Hanapi, mengatakan pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang berbeda dari proses perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang dimiliki melalui berbagai kegiatan.

“Kami datang dengan membawa sejumlah program, tetapi selama berada di sini justru banyak hal yang kami pelajari dari masyarakat. Kebersamaan ini menjadi pengalaman yang akan kami bawa pulang. Kami berterima kasih kepada warga yang telah menerima dan membantu kami selama berada di Desa Karang Indah,” ujar Kohar.

Selama masa pengabdian, tim BSI Explore 2026 menjalankan sejumlah kegiatan yang mencakup pendidikan, kesehatan, literasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengenalan potensi ekonomi lokal. Program-program tersebut disusun sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan warga sekaligus menyesuaikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan di lapangan.

Kegiatan pendidikan dilakukan melalui berbagai aktivitas bersama siswa sekolah dasar. Pada bidang kesehatan, mahasiswa mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak. Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, mahasiswa turut memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan potensi usaha lokal.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Rangkaian kegiatan itu membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Tidak semua proses berjalan hanya melalui agenda resmi. Percakapan informal, kegiatan bersama, serta interaksi sehari-hari turut membantu mahasiswa memahami karakter warga dan kondisi Desa Karang Indah.

Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan untuk mengikuti sejumlah kegiatan edukatif dan memperoleh pengalaman baru. Hubungan yang terbentuk selama penugasan kemudian menjadi bagian yang menyertai penutupan program.

Perpisahan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa penugasan mahasiswa di Desa Karang Indah, tetapi hubungan yang telah terjalin tidak harus berhenti bersamaan dengan selesainya program. Bagi warga dan mahasiswa, pengalaman selama lebih dari dua pekan meninggalkan cerita yang terbentuk dari kegiatan, percakapan, dan kebersamaan sehari-hari.