Karawanghitz, Jakarta – Pembekalan peserta BSI Explore 2026 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tidak hanya membahas kesiapan teknis sebelum mahasiswa menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Mohammad Syamsul Azis, M.Kom., menekankan pentingnya karakter, etika, dan sikap profesional sebagai bekal mahasiswa ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa lokasi pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan kepada calon peserta BSI Explore 2026 sebelum mereka diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian. Menurut Azis, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari terlaksananya seluruh kegiatan yang telah direncanakan. Cara mahasiswa membawa diri, berkomunikasi, serta menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Azis menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti BSI Explore merupakan representasi UBSI di lokasi penugasan. Karena itu, setiap ucapan dan tindakan yang dilakukan selama kegiatan dapat mencerminkan karakter pribadi sekaligus institusi yang mereka wakili.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
“Jangan merasa paling tahu atau paling benar. Datanglah dengan sikap rendah hati, dengarkan masyarakat, hormati setiap perbedaan, dan jadikan pengalaman ini sebagai proses belajar. Ketika etika dijaga dengan baik, masyarakat akan menerima kalian sebagai bagian dari keluarga mereka,” ujar Mohammad Syamsul Azis.
Ia menjelaskan bahwa etika memiliki peran penting dalam membangun hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Peserta diharapkan mampu menggunakan tutur kata yang santun, menghormati adat serta budaya setempat, dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Aspek penampilan juga menjadi perhatian dalam pembekalan. Mahasiswa diingatkan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan menyesuaikan diri dengan norma lingkungan tempat mereka menjalankan pengabdian. Penyesuaian tersebut dinilai menjadi bagian dari sikap menghargai masyarakat sekaligus menjaga profesionalisme selama berada di lokasi kegiatan.
Selain membahas etika, materi pembekalan juga memberikan pemahaman mengenai karakteristik dan tujuan kegiatan pengabdian yang dijalankan mahasiswa. BSI Explore menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat melalui program yang telah disiapkan sebelum keberangkatan.
Pengalaman tersebut dinilai dapat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses perkuliahan di dalam kelas. Mahasiswa berhadapan langsung dengan kondisi sosial yang beragam sehingga dituntut untuk mampu beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, serta mencari solusi terhadap persoalan yang muncul selama kegiatan.
Azis mengatakan pengalaman di lapangan dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. Kemampuan berinteraksi dengan orang lain, memahami situasi, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah merupakan keterampilan yang perlu terus dikembangkan melalui pengalaman langsung.
Karena itu, peserta diminta tidak menjadikan program pengabdian hanya sebagai pelaksanaan tugas. Mereka juga perlu membangun hubungan yang baik dengan warga serta memahami kebutuhan masyarakat sebelum menjalankan kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menyesuaikan program dengan kondisi lingkungan setempat.
Peserta yang mengikuti pembekalan tampak memperhatikan materi yang diberikan. Selain mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, mereka memperoleh arahan tentang cara menjaga komunikasi, menghargai keberagaman budaya, dan menempatkan diri ketika berada di lingkungan masyarakat.
Pembekalan tersebut menjadi penting karena mahasiswa akan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki kebiasaan, karakter, dan kondisi sosial yang berbeda-beda. Kemampuan menyesuaikan diri diperlukan agar komunikasi antara mahasiswa dan warga dapat berlangsung dengan baik selama program berjalan.
BSI Explore juga menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan mahasiswa dengan kondisi nyata di masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan kompetensi akademik, tetapi juga mengembangkan empati, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa perlu bekerja bersama anggota tim dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di lokasi pengabdian. Proses tersebut memberikan pengalaman mengenai pembagian tugas, komunikasi kelompok, pengambilan keputusan, hingga penyelesaian kendala yang mungkin muncul di lapangan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum menjalankan program di desa masing-masing. Etika, sikap rendah hati, kemampuan mendengarkan, serta penghormatan terhadap masyarakat diarahkan untuk menjadi dasar dalam setiap aktivitas yang dilakukan selama BSI Explore 2026.
Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan mampu menjalankan program kerja secara bertanggung jawab dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat. Setelah memperoleh arahan mengenai aspek teknis dan etika, mahasiswa selanjutnya membawa bekal tersebut ke lokasi pengabdian sebagai bagian dari rangkaian BSI Explore 2026.












