Literasi SekolahNewsPendidikan

BSI Explore Hadirkan Bimbingan Belajar di Desa Tunggaljaya

×

BSI Explore Hadirkan Bimbingan Belajar di Desa Tunggaljaya

Sebarkan artikel ini
Belajar

Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak di Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan anak melalui pendampingan belajar di luar jam sekolah.

Bimbingan belajar dilaksanakan dengan memanfaatkan lingkungan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari anak. Suasana kegiatan dibuat sederhana dan kekeluargaan agar peserta lebih nyaman saat mengikuti proses pembelajaran. Mahasiswa BSI Explore mendampingi anak-anak dalam mengulang materi yang telah diterima di sekolah sekaligus membantu menyelesaikan tugas.

Pendampingan dilakukan secara interaktif dengan menyesuaikan kebutuhan peserta. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya ketika menemui kesulitan memahami pelajaran. Cara tersebut diharapkan membantu mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik sekaligus membangun kebiasaan belajar yang teratur.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan anak-anak di Desa Tunggaljaya. Selain membantu proses belajar, mahasiswa memberikan dorongan agar peserta tetap memiliki motivasi untuk mengikuti pendidikan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Salah satu mahasiswa pelaksana mengatakan pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak agar mereka tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal tambahan.

“Kami ingin anak-anak merasa nyaman untuk bertanya dan belajar bersama. Kalau ada materi yang belum dipahami, mereka bisa langsung menyampaikan kesulitannya,” ujar perwakilan Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026.

Dari sisi akses, kegiatan bimbingan belajar tersebut menggunakan konsep kontribusi sukarela atau seikhlasnya. Dengan pendekatan itu, masyarakat tidak dibebani biaya tetap yang berpotensi menghambat anak-anak untuk mengikuti pendampingan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan kegiatan pendidikan tambahan yang dapat dijangkau masyarakat Desa Tunggaljaya. Pelaksanaan bimbel juga mengandalkan kepedulian serta semangat gotong royong agar kegiatan dapat berlangsung secara sederhana tanpa mengurangi manfaat bagi peserta.

Bagi anak-anak, keberadaan pendampingan di luar sekolah memberikan ruang tambahan untuk mengulang pelajaran dan menyelesaikan tugas. Mereka juga dapat berlatih menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi ketika menghadapi materi yang belum dikuasai.

Mahasiswa BSI Explore tidak hanya berperan sebagai pendamping akademik. Interaksi selama kegiatan juga digunakan untuk membangun kedekatan dengan anak-anak dan memahami kondisi pendidikan di lingkungan masyarakat Desa Tunggaljaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mahasiswa dalam mengenal kehidupan sosial secara langsung.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang serta pendidikan anak secara berkelanjutan.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Output utama kegiatan berupa tersedianya ruang belajar tambahan bagi anak-anak Desa Tunggaljaya. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengulang materi sekolah, mengerjakan tugas, maupun memperoleh bantuan ketika peserta mengalami kendala dalam memahami pelajaran.

Keberlanjutan kegiatan menjadi perhatian setelah rangkaian BSI Explore 2026 berakhir. Mahasiswa berharap masyarakat dapat mempertahankan semangat pendampingan melalui keterlibatan orang tua, guru, maupun warga yang memiliki kemampuan untuk membantu proses belajar anak.

Melalui kegiatan yang berlangsung secara sederhana tersebut, anak-anak Desa Tunggaljaya memperoleh kesempatan untuk belajar bersama di lingkungan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Pendampingan itu menjadi salah satu aktivitas BSI Explore 2026 yang diarahkan untuk mendukung pendidikan masyarakat sekaligus membangun hubungan mahasiswa dengan warga desa.