Literasi SekolahNewsPendidikan

GEMILANG BSI Explore 2026 Dorong Budaya Bersih dan Literasi

×

GEMILANG BSI Explore 2026 Dorong Budaya Bersih dan Literasi

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Pandeglang — Kelompok Tunggaljaya BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjalankan program GEMILANG (Gerakan Membangun Literasi, Karakter, dan Digitalisasi Sekolah) di SDN Tunggaljaya 2, Kampung Cipining, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 23 Agustus 2026. Program tersebut menggabungkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), literasi, serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan praktik dan kreativitas.

GEMILANG menjadi salah satu program utama Kelompok Tunggaljaya dalam rangkaian BSI Explore 2026 yang mengusung semangat “Inspirasi Membangun Negeri”. Pelaksanaannya disusun berdasarkan kebutuhan lingkungan sekolah dengan tujuan agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan positif dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan PHBS. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan area sekolah dan rumah.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Materi tersebut tidak berhenti pada penyampaian teori. Siswa diajak mengikuti praktik dan aktivitas interaktif sehingga kebiasaan hidup bersih dapat dipahami melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan sekolah yang sehat merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Selain PHBS, GEMILANG memberikan perhatian pada literasi dan pembentukan karakter melalui konsep 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Nilai-nilai tersebut diperkenalkan melalui kegiatan literasi dan aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar.

Para peserta kemudian menuangkan pemahaman mengenai 5S dalam bentuk prakarya. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sekaligus mengekspresikan gagasan melalui karya yang dapat digunakan sebagai pengingat nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah.

Menurut kelompok pelaksana, metode belajar berbasis praktik dipilih agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Dengan cara tersebut, nilai kebersihan, literasi, dan karakter diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan.

Program GEMILANG juga menghasilkan Duta PHBS dari kalangan siswa SDN Tunggaljaya 2. Para siswa yang ditunjuk diharapkan dapat menjadi contoh bagi teman-temannya dalam menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Duta PHBS juga memiliki peran sebagai pengingat dan penggerak di lingkungan sekolah. Keberadaan mereka diharapkan membantu menjaga keberlanjutan kebiasaan yang diperkenalkan selama kegiatan BSI Explore 2026, meskipun rangkaian program mahasiswa nantinya telah selesai.

Dari sisi literasi dan karakter, hasil kegiatan berupa prakarya bertema 5S menjadi salah satu keluaran program. Karya tersebut tidak hanya menjadi hasil kreativitas siswa, tetapi juga menggambarkan pemahaman mereka terhadap pentingnya bersikap ramah, sopan, dan santun ketika berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

GEMILANG dirancang sebagai kegiatan yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan, membaca, membuat karya, tersenyum, menyapa, serta bersikap sopan diperkenalkan melalui aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara langsung.

Bagi mahasiswa BSI Explore 2026, keterlibatan di SDN Tunggaljaya 2 juga menjadi pengalaman untuk memahami kebutuhan sekolah dan berinteraksi secara langsung dengan siswa. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung lingkungan pendidikan di wilayah Desa Tunggaljaya.

Setelah rangkaian kegiatan berakhir, keberadaan Duta PHBS dan hasil prakarya 5S diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas sekolah. Program ini menempatkan kebiasaan sederhana sebagai dasar untuk menjaga lingkungan belajar tetap bersih, sehat, aktif dalam kegiatan literasi, dan memiliki pola interaksi yang positif.