Karawanghitz, Kabupaten Bekasi — Mahasiswa kelompok utama 11 BSI Explore 2026 melakukan kerja bakti membersihkan posko di Dusun Kampung Baru, Desa Karang Indah, Jawa Barat, pada Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat tinggal mahasiswa selama menjalankan rangkaian pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum menjalankan berbagai program kerja di lingkungan desa. Seluruh anggota kelompok terlebih dahulu membagi tugas agar proses pembersihan berlangsung terarah. Area yang dibersihkan meliputi ruang utama posko, halaman, serta tempat penyimpanan perlengkapan yang digunakan selama pelaksanaan BSI Explore.
Setelah pembagian tugas, mahasiswa menggunakan peralatan kebersihan yang tersedia secara bersama-sama. Sebagian anggota menyapu lantai dan halaman, sementara lainnya membersihkan permukaan ruangan, merapikan barang, serta memeriksa lingkungan sekitar agar tidak terdapat sampah atau benda yang mengganggu aktivitas.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Aktivitas tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan dilakukan secara gotong royong. Pembagian pekerjaan membuat setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing sekaligus tetap dapat saling membantu. Selain menghasilkan lingkungan yang lebih tertata, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kekompakan selama tinggal dan berkegiatan di desa.
Peserta BSI Explore 2026, Nurulita Khusnul Khotimah, mengatakan kebersihan posko perlu dijaga bersama karena tempat tersebut akan digunakan sebagai pusat aktivitas kelompok selama berada di lokasi pengabdian.
“Posko akan menjadi tempat kami beraktivitas selama beberapa hari, sehingga kebersihannya perlu dijaga bersama. Tujuannya bukan hanya agar rapi, tetapi juga supaya semua anggota nyaman saat beristirahat maupun berdiskusi,” kata Nurulita.
Menurut Nurulita, menjaga kebersihan juga berkaitan dengan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan yang mereka gunakan. Selama mengikuti kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program kerja, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi tempat tinggal dan fasilitas yang digunakan bersama.
Keberadaan mahasiswa di Dusun Kampung Baru turut membuka interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Kebiasaan menjaga kebersihan posko diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman selama mahasiswa berada di lingkungan warga. Salah seorang warga Dusun Kampung Baru menyampaikan bahwa kebersihan perlu dijaga bersama agar aktivitas mahasiswa tidak mengganggu kondisi lingkungan sekitar.
“Kalau poskonya bersih, kami tentu ikut merasa nyaman. Selama mahasiswa tinggal di sini, yang penting kebersihan dan kenyamanan dijaga bersama supaya lingkungan sekitar tetap tertata,” ujar warga tersebut.
Selain berkaitan dengan kebersihan, kerja bakti juga menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama melatih anggota untuk membagi tugas, menyelesaikan tanggung jawab, serta membantu rekan ketika pekerjaan belum selesai.
Posko yang bersih dan tertata juga mendukung aktivitas kelompok di luar kegiatan lapangan. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk beristirahat, berdiskusi, melakukan evaluasi, menyusun agenda, serta mempersiapkan program yang akan dilaksanakan di sekolah maupun masyarakat. Dengan kondisi ruang yang teratur, kegiatan internal kelompok dapat dilakukan dengan lebih nyaman.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi posko dan kebutuhan kelompok. Mahasiswa tidak hanya membersihkan area yang terlihat, tetapi juga menata perlengkapan agar mudah ditemukan ketika dibutuhkan. Langkah tersebut membantu mengurangi barang yang berserakan dan menjaga ruang tetap fungsional untuk kegiatan sehari-hari. Bagi kelompok, rutinitas sederhana seperti ini juga menjadi bagian dari pembiasaan sebelum berhadapan dengan agenda pengabdian yang lebih padat selama pelaksanaan BSI Explore di Desa Karang Indah tersebut.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
BSI Explore 2026 sendiri berlangsung pada 5–25 Agustus 2026 dan menempatkan peserta dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan mendapat pendampingan dari seorang Dosen Pendamping Lapangan (DPL) untuk membantu memastikan tujuan serta luaran program tercapai.
Tim yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Bersih-bersih posko menjadi salah satu aktivitas awal yang dilakukan sebelum kelompok menjalankan agenda pengabdian lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa pelaksanaan pengabdian tidak hanya berkaitan dengan program utama yang ditujukan kepada masyarakat. Menjaga kebersihan tempat tinggal, berbagi tugas, dan menghormati lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa selama berada di desa. Kegiatan sederhana itu berjalan beriringan dengan persiapan kelompok untuk melaksanakan berbagai agenda BSI Explore 2026 hingga program pengabdian selesai.










