Karawanghitz, Kabupaten Bekasi – Hari pertama BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah diisi dengan observasi lapangan oleh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Kegiatan pada 4 Agustus 2026 tersebut dilakukan untuk mengenali kondisi masyarakat, memetakan potensi lokal, serta mengidentifikasi kebutuhan yang dapat menjadi dasar penyusunan program kerja selama kegiatan pengabdian berlangsung.
Sejak pagi, peserta BSI Explore 2026 dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi sejumlah titik di desa. Mereka melakukan observasi di lingkungan sekolah, kawasan permukiman, serta berdialog dengan perangkat desa dan warga. Informasi yang dikumpulkan mencakup potensi sumber daya alam, budaya, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat.
Proses pengumpulan informasi dilakukan melalui pengamatan langsung dan komunikasi dengan warga. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan masyarakat sekaligus mendengarkan pengalaman dan kebutuhan warga. Data awal itu kemudian dipersiapkan sebagai bahan untuk menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi Desa Karang Indah.
Baca juga:
Kian Melaju, UBSI Perkuat Posisi Sebagai Kampus Digital Kreatif Berdaya Saing Global
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian peserta adalah sekolah dasar di desa tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama pihak sekolah, mahasiswa menemukan potensi siswa dalam bidang kerajinan anyaman bambu. Kemampuan tersebut telah menghasilkan prestasi menganyam dan menjadi salah satu kegiatan yang berkaitan dengan pengenalan serta pelestarian budaya lokal kepada peserta didik sejak usia dini.
Potensi lain ditemukan pada sektor ekonomi masyarakat. Sejumlah warga mengolah hasil pertanian berupa singkong menjadi makanan tradisional, seperti kecimpring dan opak. Produk tersebut telah dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat setempat dan memiliki peluang pengembangan ekonomi apabila didukung inovasi pada aspek pengemasan serta pemasaran.
Peserta BSI Explore 2026, Laura Syahnanda Zulfia, menilai observasi hari pertama memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi yang dimiliki Desa Karang Indah. Menurutnya, temuan di lapangan dapat membantu mahasiswa menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat Desa Karang Indah memiliki potensi yang menarik. Kerajinan bambu menjadi salah satu ciri khas yang sudah dikenalkan kepada siswa melalui kegiatan menganyam. Masyarakat juga mengolah singkong menjadi kecimpring dan opak yang memiliki nilai ekonomi. Potensi tersebut ingin kami pelajari sekaligus dukung melalui program BSI Explore,” kata Laura.
Ia menjelaskan, observasi tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan data, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat. Mahasiswa berupaya memahami kondisi desa melalui cerita, pengalaman, dan harapan warga sehingga program yang disusun tidak terlepas dari kebutuhan di lapangan.
“Setiap desa memiliki keunggulan yang berbeda. Tugas kami bukan mengubah identitas desa, tetapi membantu mengembangkan potensi yang sudah ada agar dapat dikenal lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Laura.
Temuan dari observasi selanjutnya akan dibahas oleh peserta bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan pemerintah desa. Informasi tersebut akan dipetakan untuk menjadi dasar penyusunan program kerja selama BSI Explore 2026. Dengan pemetaan tersebut, setiap kegiatan diharapkan memiliki arah yang jelas dan tetap relevan dengan kondisi masyarakat.
Selain mengenali potensi desa, kegiatan lapangan juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, dan adaptasi sosial. Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang perkuliahan.
Baca juga:
Daftar Universitas di Jakarta yang Memiliki Reputasi Tinggi untuk Anda Pertimbangkan
BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan UBSI pada 5–25 Agustus 2026. Program tersebut melibatkan mahasiswa terpilih yang ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra. Setiap tim beranggotakan lima mahasiswa dan didampingi satu DPL untuk mendukung pelaksanaan program serta pencapaian luaran kegiatan.
Dalam proses tersebut, mahasiswa juga dapat menilai potensi mana yang dapat dikembangkan melalui kegiatan sederhana dan sesuai kemampuan warga. Hasil pemetaan tidak langsung ditetapkan sebagai program, tetapi menjadi bahan pembahasan agar rencana kegiatan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, karakter masyarakat, serta keberlanjutan setelah rangkaian BSI Explore selesai. Tahap ini membuat observasi berfungsi sebagai pijakan awal sebelum tim menentukan bentuk kegiatan yang akan dijalankan bersama warga selama masa pengabdian di desa.
Tim BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Setelah observasi awal dilakukan, tim akan melanjutkan proses pemetaan dan pembahasan bersama pihak terkait sebagai dasar pelaksanaan kegiatan berikutnya di Desa Karang Indah.












