Literasi SekolahNewsPendidikan

Usaha Tenda dan Soundsystem Pak Yana Bertahan di Karang Indah

×

Usaha Tenda dan Soundsystem Pak Yana Bertahan di Karang Indah

Sebarkan artikel ini

Karawanghitz, Kabupaten Bekasi – Usaha penyewaan tenda dan soundsystem milik Yana di Kampung Baru, Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, masih melayani kebutuhan warga untuk berbagai kegiatan. Usaha yang telah dijalankan selama bertahun-tahun tersebut menyediakan perlengkapan untuk pesta pernikahan, hajatan keluarga, serta kegiatan masyarakat lainnya.

Keberadaan jasa penyewaan tersebut menjadi salah satu pilihan warga yang membutuhkan perlengkapan acara tanpa harus mencari penyedia layanan dari wilayah yang lebih jauh. Tenda digunakan untuk menyediakan ruang bagi tamu atau peserta kegiatan, sedangkan perangkat soundsystem mendukung kebutuhan suara selama acara berlangsung.

Bagi masyarakat Kampung Baru dan wilayah sekitarnya, usaha Yana tidak hanya berkaitan dengan transaksi ekonomi. Jasa yang disediakan turut menjadi bagian dari kebutuhan sosial warga ketika menyelenggarakan berbagai kegiatan. Dari acara keluarga hingga perayaan pernikahan, perlengkapan yang tersedia membantu masyarakat mempersiapkan kegiatan sesuai kebutuhan.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Selama menjalankan usaha, Yana menghadapi berbagai perubahan, mulai dari kondisi ekonomi, kebutuhan pelanggan, hingga persaingan. Menurutnya, mempertahankan usaha dalam waktu panjang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ia juga memiliki alasan pribadi yang membuatnya tetap menjalani pekerjaan tersebut, yakni kecintaannya terhadap bidang yang ditekuni.

“Saya sudah bertahun-tahun menjalankan usaha dan setiap usaha pasti ada naik turunnya. Saya menjalankannya sekaligus sebagai hobi. Kalau tidak dibarengi hobi, mungkin usaha ini tidak akan bertahan lama,” ujar Yana.

Menurut Yana, menjalankan pekerjaan yang disukai membuat dirinya lebih mudah menghadapi berbagai situasi dalam usaha. Ketika permintaan meningkat, ia perlu memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebaliknya, saat pesanan berkurang, kesabaran tetap diperlukan agar kegiatan usaha dapat terus berjalan.

“Yang penting kita jalani dengan sabar. Namanya usaha pasti ada ramainya dan ada sepinya. Dari situ kita belajar bagaimana tetap bertahan,” katanya.

Pengalaman Yana menjadi salah satu hal yang dipelajari mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ketika mengikuti rangkaian BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah. Melalui interaksi dengan pelaku usaha lokal, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana sebuah usaha dijalankan dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa keberlangsungan usaha tidak selalu bergantung pada besarnya skala bisnis atau modal yang tersedia. Konsistensi dalam menjalankan pekerjaan, kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, serta upaya menjaga pelayanan menjadi bagian yang dapat menentukan keberlanjutan usaha.

Sementara bagi warga, keberadaan penyedia jasa lokal memberikan kemudahan ketika membutuhkan perlengkapan untuk kegiatan. Masyarakat dapat memperoleh tenda dan perangkat soundsystem dari lingkungan sekitar, sekaligus membangun hubungan dengan pemilik usaha melalui berbagai kegiatan yang berlangsung dari waktu ke waktu.

Hubungan tersebut juga memperlihatkan peran usaha kecil dalam kehidupan komunitas. Selain menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya, layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menciptakan relasi yang terbentuk melalui interaksi berulang. Kepercayaan pelanggan menjadi salah satu unsur yang tumbuh seiring dengan perjalanan usaha.

Kisah Yana juga memperlihatkan bahwa pengalaman menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha lokal. Selama bertahun-tahun, ia menghadapi perubahan permintaan dan kondisi usaha dengan tetap menjalankan bidang yang telah menjadi pekerjaannya. Pilihan untuk menggabungkan pekerjaan dengan hobi menjadi salah satu cara yang menurutnya membantu menjaga ketekunan.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Kegiatan BSI Explore 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat kondisi tersebut secara langsung. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan UBSI itu berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Peserta ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan di masyarakat.

Setiap tim terdiri atas enam mahasiswa dan didampingi satu Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Tim yang bertugas di Desa Karang Indah dipimpin Kohar Hanapi, bersama Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah.

Bagi tim tersebut, perjumpaan dengan Yana menjadi bagian dari proses mengenali kehidupan ekonomi masyarakat Desa Karang Indah. Dari perlengkapan yang digunakan untuk menopang berbagai acara warga, tersimpan pengalaman seorang pelaku usaha yang memilih bertahan dengan kesabaran dan pekerjaan yang telah menjadi bagian dari kesehariannya.