News

Remaja Tenggelam di Sungai Citarum Ditemukan Meninggal Dunia

×

Remaja Tenggelam di Sungai Citarum Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Remaja

Karawanghitz, Karawang – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan Muhammad Sadan Saiz (14), remaja yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Citarum, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (9/7/2026), setelah proses pencarian yang berlangsung selama dua hari sejak korban dinyatakan hilang pada Selasa (7/7/2026) sore.

Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang dan unsur terkait lainnya.

Peristiwa bermula saat Muhammad Sadan Saiz berenang bersama beberapa temannya di aliran Sungai Citarum pada Selasa sekitar pukul 16.30 WIB. Saat sedang beraktivitas di sungai, korban diduga tidak mampu mengatasi derasnya arus sehingga terseret dan tenggelam.

Baca juga: Kejagung kembali sebut status eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka

Teman-teman korban yang menyadari keberadaannya menghilang dari permukaan air segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat dan petugas penanggulangan bencana untuk dilakukan upaya pencarian.

Mendapat laporan tersebut, BPBD Kabupaten Karawang segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Tim melakukan asesmen awal untuk menentukan titik terakhir korban terlihat, kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR guna menyusun strategi pencarian.

Kepala tim pencarian menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Berbagai metode diterapkan agar proses pencarian berjalan efektif.

“Sejak menerima laporan, seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan pencarian sesuai prosedur. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan mempertimbangkan kondisi arus serta kemungkinan pergerakan korban. Setelah pencarian selama kurang lebih 48 jam, korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi,” ujar perwakilan tim SAR gabungan.

Selama proses pencarian, petugas memanfaatkan perahu karet untuk menyisir permukaan sungai, sementara personel lainnya melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Tim juga menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi cuaca dan karakteristik Sungai Citarum yang memiliki arus cukup kuat di beberapa bagian.

Setelah korban ditemukan pada Kamis siang, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati. Jenazah kemudian dibawa ke darat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Karawang, tim SAR gabungan, aparat keamanan, relawan kebencanaan, hingga masyarakat sekitar. Koordinasi antarlembaga dilakukan sejak hari pertama untuk mempercepat proses pencarian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai tingginya risiko aktivitas di sungai, terutama saat debit air meningkat atau arus sedang deras. Sungai Citarum sendiri merupakan salah satu sungai besar yang memiliki karakter arus yang dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa maupun memperhatikan kondisi arus. Selain itu, warga diminta segera melapor apabila menemukan situasi darurat di perairan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Menurut petugas, kecepatan penyampaian informasi sangat berpengaruh terhadap efektivitas proses penyelamatan maupun pencarian. Karena itu, kerja sama antara masyarakat dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam setiap penanganan kejadian di perairan.

Di sisi lain, warga sekitar turut membantu selama proses pencarian berlangsung. Sejumlah masyarakat memberikan informasi mengenai kondisi sungai dan membantu menunjukkan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus. Dukungan tersebut mempermudah tim dalam menentukan area penyisiran.

Baca juga: Viral di Eropa, Hyundai Bakal Boyong Ioniq 3 ke GIIAS 2026

Setelah operasi resmi dinyatakan selesai, tim SAR gabungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat selama proses pencarian. Seluruh personel bekerja secara bergantian selama dua hari untuk memastikan pencarian dilakukan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak keluarga korban juga telah menerima jenazah Muhammad Sadan Saiz setelah proses evakuasi selesai dilakukan. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga di Kelurahan Tunggakjati, sementara warga sekitar turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai. Kewaspadaan terhadap kondisi arus, cuaca, serta pengawasan terhadap anak-anak di kawasan perairan diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa pada masa mendatang.