
Karawang, Karawanghitz — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kabupaten Karawang sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) pada 8–9 November 2024 di sebuah villa yang berlokasi di kawasan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Suasana alam yang tenang menjadi ruang ideal untuk pelatihan intensif selama dua hari satu malam, memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan organisasi, dan membangun solidaritas.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para pengurus baru BEM dalam memahami tanggung jawab kepemimpinan mahasiswa. Melalui pendekatan edukatif dan humanis, LDKM dirancang sebagai wadah pembentukan pemimpin muda yang adaptif, berintegritas, dan mampu bekerja dalam tim.
Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Mendorong Kolaborasi dan Mentalitas Pemimpin
Rangkaian kegiatan dibuka dengan apel yang berlangsung khidmat. Kehangatan suasana berpadu dengan ketegasan prosesi, menciptakan energi positif bagi seluruh peserta. Zikri Reza, selaku Ketua BEM UBSI Kabupaten Karawang dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berbicara soal jabatan, tetapi tentang kapasitas diri dan kemauan untuk berkembang.
“Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa bukan hanya agenda wajib, tetapi momen pembentukan karakter. Di sini kita belajar memahami diri, bekerja dalam tim, dan mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Harapan saya, seluruh peserta dapat membawa pulang semangat baru dan komitmen untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan BEM ke arah yang lebih baik,” ujarnya (8/11).
Pada hari pertama, peserta mengikuti tiga materi utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi mahasiswa masa kini. Materi Pengenalan Organisasi Mahasiswa memperkenalkan struktur internal, fungsi advokasi, dan nilai dasar yang menjadi fondasi gerak BEM. Materi ini membantu peserta memahami peran mereka dalam dinamika kampus.
Materi Kepercayaan Diri dan Komunikasi Efektif kemudian memperkuat kemampuan berbicara di depan publik, membangun relasi yang sehat, serta mengelola administrasi organisasi. Peserta diajak memahami prosedur surat-menyurat, koordinasi internal, hingga komunikasi formal dengan pihak kampus.
Materi ketiga, Strategi Penyelesaian Masalah dan Manajemen Konflik, memberikan pemahaman mengenai cara mengidentifikasi persoalan, merespons perbedaan pendapat, dan menjaga stabilitas organisasi melalui pendekatan yang konstruktif. Sesi ini menjadi salah satu yang paling diminati karena relevansinya dengan tugas pengurus mahasiswa.
Peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari cara membagi waktu antara kuliah dan organisasi hingga langkah menjaga hubungan profesional dengan pihak kampus. Diskusi berlangsung cair dan edukatif, memberikan perspektif nyata tentang dinamika kepemimpinan mahasiswa.
Tidak hanya materi di ruang kelas, panitia juga menyiapkan berbagai permainan kolaboratif di luar ruangan. Melalui rangkaian games, peserta belajar menyusun strategi, beradaptasi dalam situasi tertekan, serta mengasah kemampuan problem solving. Suasana kebersamaan semakin kuat setelah setiap permainan, menjadi fondasi penting bagi kekompakan BEM ke depan.
Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Menjadi Awal Tugas Besar Pengurus Baru
Kegiatan ditutup dengan apel penutupan dan prosesi simbolis pemasangan Pakaian Dinas Harian (PDH) serta pembacaan janji mahasiswa. Momen ini menjadi simbol kesiapan seluruh peserta untuk melangkah sebagai pengurus BEM yang berkomitmen menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Salah satu panitia menyampaikan harapan agar semangat yang tercipta selama Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa menjadi energi positif dalam menjalankan program kerja satu periode ke depan. “Kami berharap pengalaman dua hari ini menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta, bukan hanya dalam menjalankan organisasi, tetapi juga dalam proses mereka menjadi pribadi yang lebih matang dan percaya diri,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama panitia, pemateri, serta antusiasme peserta. Pengalaman yang diperoleh baik melalui materi, diskusi, maupun kegiatan lapangan diharapkan mampu memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa di lingkungan organisasi.
Melalui penyelenggaraan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa ini, Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang dan Cikampek menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja serta industri digital. Kegiatan ini menjadi pijakan penting bagi para pemimpin muda untuk melangkah maju dengan integritas dan keberanian menghadapi tantangan masa depan.












