
Karawang, Karawanghitz — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam Kelompok 8 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pancasila sebagai Nilai Etika di Era Digital” di MA Ghoyatul Jihad, Bekasi, pada Senin, 27 Oktober 2025.
Kegiatan yang menjadi bagian dari mata kuliah Pendidikan Pancasila ini bertujuan menanamkan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial di kalangan siswa. Di era digital yang sarat informasi, mahasiswa UBSI hadir membawa pesan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman moral dalam bersikap dan berinteraksi di ruang maya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Muzaki Aditya Wibowo sebagai ketua kelompok, dengan anggota Aing Mulyana, Aulia Zahra Ramadhani, Keysha Chalisa Nurcholiq, dan Raffa Putra Harlino. Mereka berperan sebagai agen perubahan yang berupaya memperkuat karakter generasi muda agar bijak, sopan, dan bertanggung jawab saat bermedia sosial.
“Anak muda adalah pengguna media sosial paling aktif. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami bahwa setiap unggahan memiliki dampak. Nilai-nilai Pancasila bisa menjadi filter moral dalam dunia digital,” ujar Muzaki, ketua kelompok, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.
Etika dalam Penerapan Nilai Pancasila di Dunia Digital
Kegiatan yang digelar di aula MA Ghoyatul Jihad ini diawali dengan pemaparan materi seputar etika bermedia sosial, bahaya ujaran kebencian, serta fenomena perundungan daring yang marak di kalangan remaja. Mahasiswa UBSI menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua dan kelima, yang menyoroti aspek kemanusiaan, keadilan, serta rasa hormat terhadap sesama.
Dalam suasana yang santai namun edukatif, para siswa diajak berdiskusi tentang perilaku digital sehari-hari, seperti cara berkomentar dengan sopan, menyebarkan informasi yang benar, hingga menghindari provokasi di media sosial. Diskusi interaktif membuat para peserta lebih terbuka menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka selama menggunakan media sosial.
Menurut Aulia Zahra Ramadhani, salah satu anggota kelompok, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus peserta. “Kami melihat langsung bagaimana siswa begitu aktif dan kritis dalam menanggapi isu etika digital. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran seperti ini dibutuhkan dan harus terus digalakkan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari sesi refleksi, para siswa juga mengisi Google Form berisi pertanyaan tentang perubahan pemahaman mereka setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, mahasiswa UBSI mengajak peserta membuat konten digital positif, berupa pesan-pesan inspiratif yang menggambarkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan online.
Etika sebagai Pilar Penting Pendidikan Karakter di Sekolah
Pihak MA Ghoyatul Jihad menyambut antusias kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Mereka menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah derasnya arus informasi dan media sosial. Kepala sekolah MA Ghoyatul Jihad, Jaenul Anwar menyebut bahwa literasi digital yang berlandaskan etika Pancasila merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter pelajar yang cerdas dan beradab.
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UBSI yang datang langsung memberikan edukasi kepada siswa kami. Nilai-nilai Pancasila perlu diajarkan secara kontekstual, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi saat ini,” tutur Jaenul Anwar.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar para siswa tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan sosial. Interaksi langsung dengan mahasiswa menjadi pengalaman baru bagi mereka dalam memahami bagaimana menerapkan etika di dunia maya secara konkret.
Etika dan Peran Mahasiswa dalam Membangun Generasi Cerdas Digital
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa UBSI menunjukkan peran aktif mereka sebagai bagian dari masyarakat akademik yang peduli terhadap perkembangan etika generasi muda. Bagi mereka, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga perguruan tinggi yang memiliki kewajiban moral untuk berbagi pengetahuan dan nilai positif kepada masyarakat.
Mahasiswa UBSI juga menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, melainkan pedoman hidup yang dapat diimplementasikan di semua aspek kehidupan, termasuk di ruang digital yang sering kali bebas tanpa batas. “Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menebarkan kebaikan, bukan konflik,” ujar Keysha Chalisa Nurcholiq menambahkan.
Etika Digital dan Komitmen UBSI Membangun Karakter Bangsa
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UBSI di MA Ghoyatul Jihad menjadi bukti konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga menginspirasi siswa agar lebih bijak, beretika, dan berjiwa Pancasila di dunia digital.
Pengalaman ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai luhur bangsa dapat dihidupkan kembali dalam konteks modern. Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, mahasiswa UBSI turut meneguhkan perannya dalam membentuk masyarakat yang cerdas digital, berkarakter kuat, dan berlandaskan moral kebangsaan.
Dengan semangat tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Karawang terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri digital, tanpa meninggalkan nilai etika dan kemanusiaan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.












