Karawanghitz, Karawang — Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatasi (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menggelar Workshop Sertifikasi Kompetensi Programmer secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 6 Program Studi Sistem Informasi sebagai pembekalan menjelang pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi pada skema Programmer.
Workshop diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme sertifikasi, standar kompetensi yang akan diujikan, serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan peserta sebelum mengikuti proses asesmen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi teknis maupun administratif, sehingga dapat mengikuti uji kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.
Kegiatan menghadirkan Abdussomad, M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kabupaten Karawang sekaligus Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI, sebagai narasumber. Workshop dipandu oleh Ilham Kurniawan, M.Kom., Staf Program Studi Sistem Informasi yang juga berperan sebagai asesor kompetensi.
Baca juga: Pesanggrahan Berpijar Ubah Minyak Jelantah Menjadi Peluang Ekonomi dan Solusi Lingkungan
Dalam pemaparannya, Abdussomad menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Sertifikat kompetensi tidak hanya menunjukkan pencapaian akademik, tetapi juga menjadi pengakuan bahwa seseorang telah memenuhi standar kompetensi kerja pada bidang pemrograman melalui proses asesmen yang objektif.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa proses sertifikasi tidak hanya menguji kemampuan menulis kode program. Peserta juga harus mampu menunjukkan pemahaman terhadap unit-unit kompetensi, menyusun bukti kompetensi (eviden), serta mengimplementasikan kemampuan pemrograman dalam penyelesaian studi kasus yang diberikan asesor.
Ia menjelaskan bahwa workshop dirancang untuk memberikan gambaran mengenai seluruh tahapan sertifikasi sehingga peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih matang. Dengan memahami alur asesmen sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti proses sertifikasi dengan lebih percaya diri sekaligus mengurangi kesalahan yang sering muncul saat pelaksanaan uji kompetensi.
Selain membahas prosedur pelaksanaan sertifikasi, narasumber juga menguraikan berbagai unit kompetensi yang akan dinilai dalam skema Programmer. Materi meliputi persiapan dokumen, penyusunan laporan proyek, kelengkapan program yang harus diserahkan, hingga teknik penyusunan eviden yang sesuai dengan ketentuan LSP.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai sejumlah kesalahan yang kerap ditemukan saat asesmen berlangsung. Mulai dari ketidaksesuaian dokumen pendukung, kurang lengkapnya bukti kompetensi, hingga penyajian laporan yang belum memenuhi standar penilaian. Penjelasan tersebut diberikan agar mahasiswa dapat menghindari kekeliruan yang berpotensi memengaruhi hasil asesmen.
Tidak hanya berfokus pada aspek administratif, workshop juga membahas strategi menghadapi tugas praktik yang menjadi bagian dari proses sertifikasi. Narasumber memberikan sejumlah tips dalam menyelesaikan studi kasus pemrograman sesuai standar industri, termasuk pentingnya memahami kebutuhan sistem sebelum mulai mengembangkan solusi.
Abdussomad menegaskan bahwa kemampuan teknis tetap menjadi faktor utama dalam asesmen. Namun, peserta juga perlu menunjukkan kemampuan berpikir logis, memahami alur pemecahan masalah, serta mampu mendokumentasikan hasil pekerjaannya secara sistematis.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan antusias. Berbagai pertanyaan diajukan dalam sesi diskusi, mulai dari mekanisme pelaksanaan asesmen, penyusunan eviden, hingga standar penilaian yang digunakan oleh asesor. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami proses sertifikasi sebelum mengikuti uji kompetensi.
Meskipun dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, proses pembelajaran berlangsung interaktif. Moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan narasumber sehingga berbagai persoalan teknis yang sering menjadi kendala dapat dijelaskan secara rinci.
Baca juga: DICO Bootcamp Creative Series 1 Resmi Dibuka, Siap Cetak Talenta Digital Muda
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kabupaten Karawang dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi sertifikasi kompetensi berbasis industri. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami standar asesmen sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menunjukkan kompetensi yang dimiliki.
Selain memberikan manfaat bagi pelaksanaan uji kompetensi, kegiatan ini juga memperkenalkan mahasiswa pada standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia profesional. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses sertifikasi, tetapi juga memiliki gambaran mengenai ekspektasi industri terhadap seorang programmer.
Melalui workshop ini, Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kabupaten Karawang berharap mahasiswa mampu mengikuti uji sertifikasi dengan persiapan yang lebih matang serta memperoleh hasil optimal. Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi bekal tambahan bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja, karena kompetensi yang dimiliki telah diverifikasi melalui proses asesmen yang mengacu pada standar profesi.












