News

Perumdam Tirta Tarum Karawang Raih Laba Bersih Rp17,27 Miliar

×

Perumdam Tirta Tarum Karawang Raih Laba Bersih Rp17,27 Miliar

Sebarkan artikel ini
Karawang

Karawanghitz, Karawang – Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Tarum Kabupaten Karawang mencatatkan laba bersih sebesar Rp17,27 miliar pada Tahun Buku 2025. Kinerja tersebut berdampak pada meningkatnya kontribusi perusahaan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang melalui penyetoran dividen senilai Rp9,5 miliar pada 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Capaian tersebut disampaikan dalam pembahasan Rapat Tahunan Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Karawang pada Rabu (5/8/2026). Direktur Utama Perumdam Tirta Tarum Karawang, Dikdik Solihun, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya membukukan pertumbuhan dari sisi keuangan, tetapi juga berhasil mempertahankan kualitas tata kelola melalui laporan keuangan yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Menurut Dikdik, opini WTP diberikan oleh kantor akuntan publik berdasarkan laporan keuangan per 20 Februari 2026 yang disusun mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP). Hasil tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan perusahaan dinilai telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Baca juga:
Maxim Indonesia Beri Hadiah ke Ojol Asal Kolaka yang Viral ‘Narik’ Sambil Jaga Bayi Lewat CCTV

Sepanjang 2025, Perumdam Tirta Tarum membukukan pendapatan sebesar Rp172,41 miliar. Sementara itu, total beban usaha tercatat mencapai Rp150,2 miliar. Dari selisih pendapatan dan beban tersebut, perusahaan berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp17,27 miliar.

“Pendapatan perusahaan selama Tahun Buku 2025 menunjukkan tren yang positif sehingga kami mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp17,27 miliar. Hasil ini juga menjadi dasar peningkatan kontribusi perusahaan kepada pemerintah daerah melalui dividen,” ujar Dikdik.

Peningkatan kinerja tersebut turut tercermin pada nilai dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Karawang. Pada 2026, Perumdam Tirta Tarum menyerahkan dividen sebesar Rp9,5 miliar, naik Rp3,37 miliar dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,13 miliar.

Selain memperkuat kinerja keuangan, perusahaan juga melanjutkan berbagai program pengembangan organisasi. Penguatan dilakukan pada sektor sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, sistem audit internal, hingga administrasi umum guna mendukung pelayanan yang lebih efektif.

Di bidang pelayanan, Perumdam Tirta Tarum menjalankan sejumlah program peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Langkah tersebut meliputi penyempurnaan pelayanan administrasi, sosialisasi bersama pemerintah desa dan kelurahan, pengoperasian mobil layanan pelanggan, hingga pengembangan operasional Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Taruma+ yang berlokasi di Kecamatan Telukjambe Barat.

Dikdik mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kemudahan akses bagi pelanggan.

“Kami terus melakukan perbaikan layanan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan mudah. Berbagai inovasi dijalankan, mulai dari pelayanan keliling hingga pengembangan unit usaha AMDK Taruma+,” katanya.

Pengembangan juga dilakukan melalui perluasan jaringan perpipaan di sejumlah wilayah. Selama 2025, pembangunan dan pengembangan jaringan berlangsung di Cabang Klari, Majalaya, Cikampek, Pangkalan, Tegalwaru, hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I.

Tidak hanya itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah pengembang perumahan guna memperluas cakupan layanan melalui penambahan sambungan pelanggan baru. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih perpipaan.

Di sisi digitalisasi, Perumdam Tirta Tarum mengembangkan aplikasi MyTirtaTarum yang tersedia di Play Store dan App Store. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengajukan pemasangan sambungan baru, memantau penggunaan air, melakukan pembayaran tagihan, menyampaikan pengaduan, hingga berkomunikasi langsung dengan layanan pelanggan.

Menurut Dikdik, pengembangan layanan digital menjadi salah satu langkah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Hingga akhir 2025, kapasitas terpasang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumdam Tirta Tarum mencapai 1.420 liter per detik. Dari kapasitas tersebut, produksi air mencapai 1.285 liter per detik, sedangkan kapasitas distribusinya berada pada angka 1.042 liter per detik.

Data perusahaan juga menunjukkan jumlah sambungan langganan (SL) telah mencapai 152.451 sambungan dengan total pelanggan aktif sebanyak 118.444. Jaringan pelayanan air bersih Perumdam Tirta Tarum kini telah melayani sekitar 601.715 jiwa yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memberikan apresiasi terhadap capaian yang diraih Perumdam Tirta Tarum. Ia menilai peningkatan kinerja perusahaan daerah tersebut memberikan manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat melalui peningkatan layanan dan kontribusi terhadap PAD.

Baca juga:
Polemik Surat MWCNU Kasembon, FMNN Tegaskan KKN UMM Tetap Berjalan

Aep berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai upaya pengembangan yang dilakukan perusahaan agar cakupan layanan air bersih semakin luas.

“Pemerintah daerah mengapresiasi hasil yang telah dicapai Perumdam Tirta Tarum. Kami berharap kinerja ini terus meningkat sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, baik melalui pelayanan maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Aep.

Ia juga mengimbau masyarakat yang telah berada di wilayah layanan Perumdam Tirta Tarum agar memanfaatkan jaringan air perpipaan. Menurutnya, penggunaan air baku dari sistem perpipaan lebih ramah lingkungan dibandingkan pemanfaatan air tanah, serta kualitasnya telah melalui pengujian berkala oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk memastikan keamanan air yang didistribusikan kepada pelanggan.