Dunia UsahaNewsPendidikan

Berkebun Bersama Warga, Mahasiswa BSI Explore Pelajari Ketahanan Pangan

×

Berkebun Bersama Warga, Mahasiswa BSI Explore Pelajari Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Kabupaten Bekasi – Lahan pertanian di Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, menjadi ruang pembelajaran bagi kelompok utama 11 BSI Explore 2026 untuk mengenali potensi pangan masyarakat. Melalui kegiatan berkebun bersama warga pada Agustus 2026, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terlibat langsung dalam pengelolaan lahan sekaligus mempelajari cara masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mengamati kondisi pertanian, tetapi turut membantu warga membersihkan area, menyiapkan media tanam, dan merawat tanaman. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga berdiskusi dengan warga mengenai jenis tanaman yang dibudidayakan serta pemanfaatan lahan di lingkungan sekitar.

Suasana berkebun berlangsung sederhana dan akrab. Pengalaman warga dalam mengelola lahan menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi pertanian secara lebih konkret. Melalui interaksi langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana masyarakat menyesuaikan kegiatan bercocok tanam dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Bagi warga, lahan pertanian memiliki fungsi penting dalam mendukung kebutuhan pangan keluarga. Selain menghasilkan bahan pangan, pemanfaatan lahan juga dapat menjadi aktivitas produktif yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa ketika memetakan potensi Desa Karang Indah selama kegiatan BSI Explore.

Peserta BSI Explore 2026, Aulia Rahma Suryani, mengatakan kegiatan berkebun memberikan pemahaman lebih konkret mengenai hubungan antara pemanfaatan lahan dan ketahanan pangan masyarakat.

“Setelah ikut berkebun bersama warga, kami semakin memahami bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sendiri. Lahan yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus dikembangkan menjadi potensi masyarakat,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, keterlibatan langsung di lapangan memberikan sudut pandang yang berbeda dibandingkan hanya memperoleh informasi melalui hasil observasi. Mahasiswa dapat melihat proses pengelolaan lahan sekaligus mengetahui tantangan yang dihadapi warga dalam menjalankan aktivitas pertanian.

“Kami tidak hanya datang untuk melihat dan mencatat potensi desa. Dengan ikut berkebun, kami bisa belajar langsung dari warga yang lebih memahami kondisi tanah, tanaman yang sesuai, serta cara perawatannya,” katanya.

Interaksi tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan sektor pertanian. Mahasiswa dan warga bertukar pandangan mengenai pemanfaatan hasil pertanian, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sumber ekonomi apabila dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Salah seorang warga yang terlibat dalam kegiatan juga menyambut baik kehadiran mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pertanian dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan proses bercocok tanam sekaligus bertukar pengalaman dengan masyarakat.

“Dengan ikut berkebun, mahasiswa bisa melihat langsung proses pertanian yang selama ini mungkin hanya mereka ketahui dari informasi. Kami juga senang dapat berbagi pengalaman tentang cara mengelola lahan,” tuturnya.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertanian. Mereka juga belajar membangun komunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa setiap desa memiliki karakter, kondisi lingkungan, serta kebutuhan yang berbeda sehingga program pengabdian perlu disesuaikan dengan situasi setempat.

Potensi pertanian Desa Karang Indah juga dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih inovatif. Pemanfaatan teknologi sederhana, pengelolaan hasil panen, dokumentasi potensi lokal, hingga pemasaran digital menjadi sejumlah peluang yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan bahan pangan. Pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan dan peningkatan kemandirian masyarakat juga menjadi bagian penting. Aktivitas berkebun bersama memperlihatkan bagaimana lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga sekaligus menjadi sumber pembelajaran.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

BSI Explore 2026 merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dari perkuliahan secara langsung di masyarakat. Program ini berlangsung pada 5–25 Agustus 2026 dan melibatkan peserta yang ditempatkan di 38 desa mitra.

Setiap tim terdiri atas lima mahasiswa dan didampingi seorang Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Tim yang bertugas di Desa Karang Indah dipimpin Kohar Hanapi dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah.

Kegiatan berkebun bersama warga menjadi salah satu pengalaman lapangan yang mempertemukan mahasiswa dengan pengetahuan masyarakat mengenai pertanian. Dari aktivitas tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan lahan, kebutuhan pangan, serta peluang pengembangan potensi lokal yang dapat menjadi bagian dari rangkaian pengabdian di Desa Karang Indah.