Literasi SekolahNewsPendidikan

Mahasiswa BSI Explore Berpamitan, Tinggalkan Kesan di SDN Karangindah 01

×

Mahasiswa BSI Explore Berpamitan, Tinggalkan Kesan di SDN Karangindah 01

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Bekasi — Pertemuan terakhir menjadi penanda berakhirnya kebersamaan yang terjalin selama masa pengabdian. Bagi mahasiswa, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menjalankan program kerja, tetapi juga ruang belajar untuk mengenal kehidupan masyarakat dan lingkungan pendidikan secara langsung.

Sementara bagi guru dan siswa, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman berbeda dalam aktivitas sekolah. Berbagai kegiatan yang dilakukan bersama menciptakan interaksi yang membuat hubungan antara mahasiswa, guru, dan siswa berkembang dalam waktu relatif singkat.

Sejumlah siswa tampak antusias saat bertemu mahasiswa pada kegiatan perpisahan. Meski suasana terasa berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya, kedekatan yang terbentuk selama pengabdian membuat momen tersebut berlangsung emosional. Percakapan di kelas, kegiatan edukasi, serta aktivitas bersama menjadi bagian dari kenangan yang terbawa hingga masa pengabdian berakhir.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Salah satu pihak sekolah, Abdul Gopur, mengaku merasakan kesedihan ketika mahasiswa harus meninggalkan SDN Karangindah 01. Menurutnya, waktu kebersamaan yang berlangsung relatif singkat membuat siswa belum lama mengenal dan merasa nyaman dengan para mahasiswa.

“Pastinya ada rasa sedih. Waktu kebersamaannya terasa singkat, sementara anak-anak sudah mulai dekat dan nyaman dengan kakak-kakak mahasiswa. Rasanya sayang jika harus selesai secepat ini,” ujar Abdul Gopur.

Ia menilai keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan tambahan kegiatan bagi siswa, tetapi juga menghadirkan suasana baru dalam lingkungan sekolah. Program yang dijalankan menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar melalui pendekatan yang berbeda dari kegiatan pembelajaran rutin.

Menurut Abdul, pengabdian tersebut juga memberikan manfaat bagi mahasiswa. Interaksi dengan warga sekolah memungkinkan mahasiswa memahami kondisi pendidikan serta kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Hubungan yang terbangun selama kegiatan diharapkan tetap meninggalkan pengalaman positif setelah mahasiswa kembali dari lokasi pengabdian.

Perasaan haru juga dirasakan Laura Syahnanda Zulfia, Humas kelompok BSI Explore Desa Karang Indah. Ia mengatakan perpisahan menjadi salah satu bagian paling emosional setelah mahasiswa menjalani berbagai aktivitas bersama guru dan siswa.

“Ketika pertama datang, kami hanya berpikir untuk menjalankan program. Namun, selama berada di sini, kami merasa seperti bagian dari keluarga sekolah. Anak-anak juga memberikan banyak cerita dan pengalaman yang akan kami ingat,” kata Laura.

Laura menuturkan keterbatasan waktu justru membuat setiap kegiatan bersama terasa lebih berarti. Ia berharap berbagai kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan tetap dilanjutkan oleh pihak sekolah setelah mahasiswa tidak lagi berada di lokasi.

“Kami berharap kegiatan yang sudah dilakukan tidak berhenti begitu saja. Semoga anak-anak dan guru dapat melanjutkan kebiasaan baik, seperti semangat belajar, menjaga kebersihan, dan saling membantu,” ujarnya.

Momen perpisahan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat kembali proses yang telah dilalui selama berada di Desa Karang Indah. Selain menjalankan program kerja, mahasiswa berhadapan langsung dengan beragam karakter siswa, berkomunikasi dengan guru, serta beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekolah.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar ruang kuliah. Mahasiswa dituntut tidak hanya menyampaikan materi atau menjalankan kegiatan yang telah dirancang, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat melalui interaksi langsung.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

Selama pengabdian, komunikasi dengan warga sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan program. Mahasiswa perlu menyesuaikan pendekatan agar kegiatan dapat diterima siswa dan memberikan manfaat sesuai kondisi sekolah.

Bagi siswa, berakhirnya masa pengabdian berarti tidak lagi bertemu mahasiswa dalam rutinitas yang sebelumnya mereka jalani bersama. Namun, kegiatan yang telah dilakukan meninggalkan pengalaman baru dalam proses belajar dan interaksi sosial di sekolah.

Bagi mahasiswa, perpisahan tersebut menjadi bagian akhir dari perjalanan pengabdian di SDN Karangindah 01. Setelah rangkaian kegiatan selesai, pengalaman bersama guru, siswa, dan masyarakat Desa Karang Indah menjadi bagian dari pembelajaran yang mereka bawa kembali ke lingkungan perkuliahan.