Literasi SekolahNewsPendidikan

Mahasiswa Gelar Edukasi Nilai Pancasila bagi Siswa SDIT Permata Ilmu

×

Mahasiswa Gelar Edukasi Nilai Pancasila bagi Siswa SDIT Permata Ilmu

Sebarkan artikel ini
Mahasiwa

Karawanghitz, Karawang — Sekelompok mahasiswa menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Implementasi Nilai-Nilai Luhur Pancasila di Sekolah Dasar” bagi siswa kelas IV SDIT Permata Ilmu pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan Pancasila sebagai landasan etika sekaligus menumbuhkan karakter toleran, jujur, dan bertanggung jawab pada anak sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Program yang mengangkat tema “Pancasila sebagai Etika” tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami bahwa Pancasila tidak sekadar menjadi materi yang dipelajari dan dihafalkan di kelas. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti menghormati orang lain, bekerja sama, menaati aturan, serta bertanggung jawab atas perilaku masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tujuh mahasiswa, yakni Seli Amelia sebagai ketua, Sahara Mutia sebagai sekretaris, serta Andre Lesmana, Badriyah Aprilia, Dara Aulia Aprilliyani, Jazzy Aprilia, dan Salsa Nur Aeni sebagai anggota. Mereka menyusun rangkaian pembelajaran yang menggabungkan pemaparan materi, kuis, permainan edukatif, dan aktivitas interaktif untuk mendorong keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung.

Baca juga:
Mau Kuliah di Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik? Ini 4 Pilihannya

Pemilihan siswa kelas IV sekolah dasar sebagai sasaran program didasarkan pada pentingnya pendidikan moral sejak dini. Pada tahap perkembangan tersebut, anak mulai membangun kebiasaan berinteraksi, memahami aturan bersama, serta mengenali tanggung jawab dalam lingkungan sosial. Pengenalan nilai etika melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan usia diharapkan membantu siswa memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan keseharian anak. Metode ini digunakan agar siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami materi melalui pertanyaan, permainan, dan aktivitas bersama.

Kuis menjadi salah satu sarana untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Sementara itu, permainan edukatif dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar yang partisipatif. Melalui kedua metode tersebut, mahasiswa berupaya menjelaskan konsep etika dengan cara yang lebih mudah dipahami dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada teori.

Nilai kemanusiaan, misalnya, dapat diterapkan dengan menghormati teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak merendahkan orang lain. Adapun nilai persatuan dapat diperkenalkan melalui kerja sama dalam kelompok tanpa membeda-bedakan latar belakang. Sikap bertanggung jawab juga dapat dibiasakan dengan menaati kesepakatan, menyelesaikan tugas, serta mengakui kesalahan ketika melakukan kekeliruan.

Ketua pelaksana, Seli Amelia, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendekatkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku nyata yang dapat dilakukan siswa di sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa memahami Pancasila bukan hanya sebagai materi untuk dihafalkan, melainkan juga sebagai pedoman dalam bersikap sehari-hari. Kami berharap mereka mulai membiasakan kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab melalui tindakan sederhana di lingkungan sekolah,” ujar Seli.

Pendidikan etika di sekolah dasar dinilai penting karena kebiasaan yang terbentuk pada masa anak-anak dapat memengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Oleh sebab itu, penanaman nilai Pancasila perlu dilakukan melalui contoh konkret yang dapat ditemukan siswa dalam aktivitas sehari-hari, baik saat belajar maupun ketika bermain bersama teman.

Beberapa perilaku yang dapat diterapkan antara lain menghormati guru dan warga sekolah, tidak mengejek teman yang memiliki pendapat berbeda, berbagi tugas saat mengerjakan pekerjaan kelompok, serta berani mengakui kesalahan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari penerapan nilai Pancasila apabila dilakukan secara konsisten dalam lingkungan pendidikan.

Baca juga:
Rekomendasi Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik

Selain memberikan pengalaman belajar kepada siswa, kegiatan PKM ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mereka dituntut menyesuaikan materi, pilihan kata, dan metode penyampaian dengan karakteristik peserta agar pesan pendidikan dapat diterima secara efektif.

Pelaksanaan program juga menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang melibatkan peserta secara aktif. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan, proses pengenalan nilai etika dapat berlangsung lebih komunikatif. Meski demikian, pemahaman yang diperoleh melalui satu kegiatan perlu diperkuat dengan pembiasaan dalam aktivitas sekolah.

Rangkaian kegiatan di SDIT Permata Ilmu berlangsung melalui tahapan pembukaan, pengenalan materi, penyampaian nilai-nilai Pancasila, kuis, permainan edukatif, hingga penutupan. Setelah kegiatan berakhir, penerapan nilai yang telah dikenalkan diharapkan dapat terus didukung oleh guru dan keluarga, sehingga siswa memiliki kesempatan mempraktikkan sikap toleran, jujur, dan bertanggung jawab dalam keseharian mereka.