Karawanghitz, Bekasi – Posko BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah, Kabupaten Bekasi, dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar dan bermain bagi anak-anak selama program pengabdian kepada masyarakat pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan, percakapan, latihan sederhana, dan aktivitas kreatif untuk mendorong keberanian, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi peserta.
Kegiatan belajar dilaksanakan dengan menyesuaikan usia dan kebutuhan anak. Mahasiswa menggunakan pendekatan yang lebih santai agar peserta tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal. Anak-anak diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba berbagai aktivitas, serta berinteraksi dengan teman dan mahasiswa yang mendampingi.
Suasana kegiatan semakin hidup karena peserta menunjukkan antusiasme sejak awal pertemuan. Anak-anak datang dengan rasa ingin tahu dan secara bertahap mulai terlibat dalam permainan maupun aktivitas yang diberikan. Respons tersebut membuat mahasiswa melihat adanya ruang bagi pembelajaran informal untuk memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak di lingkungan desa.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Derina Rizkia Zahra, anggota tim BSI Explore 2026 Desa Karang Indah, mengatakan antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang paling dirasakan selama kegiatan. Menurutnya, anak-anak menunjukkan ketertarikan dan mulai membangun kedekatan dengan mahasiswa setelah beberapa kali mengikuti pertemuan.
“Antusiasme anak-anak sangat baik. Mereka terlihat senang mengikuti kegiatan dan perlahan mulai berani berinteraksi dengan kami,” ujar Derina.
Perubahan perilaku peserta juga terlihat setelah kegiatan berjalan selama sekitar satu minggu. Anak-anak yang sebelumnya cenderung malu mulai berani berbicara, menjawab pertanyaan, dan mengikuti permainan bersama peserta lainnya.
“Kalau dibandingkan dengan pertemuan pertama, setelah satu minggu sudah terlihat perkembangan. Anak-anak mulai lebih terbuka, percaya diri, dan aktif ketika diajak belajar ataupun bermain,” kata Derina.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak selalu dapat dilihat melalui pencapaian akademik. Keberanian berbicara, kemampuan berinteraksi, dan kesediaan mengikuti kegiatan bersama merupakan pengalaman sosial yang turut mendukung perkembangan anak.
Bagi mahasiswa, kegiatan di posko juga menjadi pengalaman untuk memahami karakter anak yang beragam. Mereka perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan metode penyampaian agar materi maupun permainan dapat diterima dengan baik. Interaksi tersebut menjadi latihan langsung dalam menerapkan pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sementara bagi masyarakat Desa Karang Indah, keberadaan kegiatan belajar dan bermain memberikan alternatif aktivitas positif bagi anak-anak. Kehadiran mahasiswa membuat interaksi antara mahasiswa perguruan tinggi dan warga berlangsung lebih dekat. Anak-anak dapat bertemu, bermain, dan belajar dalam suasana yang lebih santai, sementara mahasiswa memperoleh kesempatan mengenal kehidupan masyarakat secara langsung.
Selain aspek pengetahuan, aktivitas kreatif yang dilakukan di posko turut diarahkan pada pembentukan karakter. Melalui permainan kelompok, anak-anak belajar menunggu giliran, mendengarkan teman, menghargai pendapat, bekerja sama, dan menyelesaikan kegiatan secara bersama-sama.
Metode tersebut memungkinkan nilai disiplin dan tanggung jawab diperkenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan memahami materi, tetapi juga pada kebiasaan berinteraksi dan bekerja sama dengan lingkungan sekitar.
BSI Explore 2026 merupakan program pengabdian kepada masyarakat unggulan Universitas Bina Sarana Informatika yang berlangsung pada 5–25 Agustus 2026. Program ini melibatkan mahasiswa terpilih yang ditempatkan dalam tim di 38 desa mitra untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan. Setiap tim terdiri atas enam mahasiswa dan didampingi seorang Dosen Pendamping Lapangan.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Tim BSI Explore 2026 yang bertugas di Desa Karang Indah diketuai Kohar Hanapi, dengan anggota Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Keterlibatan mereka dalam kegiatan bersama anak-anak menjadi bagian dari rangkaian pengabdian sekaligus pembelajaran sosial selama berada di desa mitra.
Seiring berjalannya kegiatan, posko yang semula digunakan sebagai tempat mahasiswa menjalankan aktivitas program berkembang menjadi ruang interaksi bagi anak-anak. Mereka dapat belajar, bermain, bertanya, dan berkomunikasi dalam suasana yang lebih terbuka.
Perubahan yang terlihat setelah beberapa kali pertemuan menunjukkan perkembangan pada keberanian dan keterlibatan peserta. Aktivitas belajar kreatif tersebut kemudian menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan anak-anak Desa Karang Indah dalam suasana yang akrab selama pelaksanaan BSI Explore 2026.










