Literasi SekolahNewsPendidikan

Siswa SDN Karang Indah 01 Belajar Kebersihan Diri

×

Siswa SDN Karang Indah 01 Belajar Kebersihan Diri

Sebarkan artikel ini
Siswa

Karawanghitz, Kabupaten Bekasi – Siswa SDN Karang Indah 01 mengikuti edukasi kesehatan yang digelar kelompok BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut mengenalkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang tepat sebagai bagian dari pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.

Edukasi disampaikan secara langsung melalui pendekatan interaktif. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan langkah mencuci tangan dan menyikat gigi. Metode tersebut digunakan agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membantu siswa mengingat cara yang benar untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Sejak kegiatan dimulai, siswa terlihat mengikuti arahan peserta BSI Explore dengan antusias. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta. Interaksi dua arah membuat pembelajaran kesehatan berlangsung lebih santai, sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengikuti praktik secara langsung.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Salah satu materi utama adalah kebiasaan mencuci tangan. Siswa diajak memahami bahwa kebersihan tangan perlu diperhatikan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan tangan menjadi kotor. Peserta juga menjelaskan bahwa tangan dapat menjadi media perpindahan kuman apabila tidak dibersihkan dengan baik.

Setelah praktik mencuci tangan, siswa mendapatkan materi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Mahasiswa menjelaskan pentingnya menyikat gigi secara rutin serta menggunakan teknik yang tepat. Kebiasaan tersebut diperkenalkan bukan hanya sebagai bagian dari menjaga kebersihan mulut, tetapi juga sebagai salah satu langkah untuk mempertahankan kesehatan tubuh.

Peserta BSI Explore 2026, Laura Syahnanda Zulfia, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar berkomunikasi dengan anak-anak. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan dapat dikenalkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kami ingin menyampaikan bahwa menjaga kebersihan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Mencuci tangan dan menggosok gigi memang terlihat sepele, tetapi jika dilakukan dengan benar dan rutin, manfaatnya besar bagi kesehatan,” ujar Laura.

Ia menjelaskan bahwa memberikan edukasi kepada anak-anak membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan menyampaikan materi kepada orang dewasa. Karena itu, peserta berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa agar pesan kesehatan lebih mudah diterima.

Menurut Laura, kegiatan tersebut juga memberikan pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka perlu memahami cara menarik perhatian anak-anak, memilih bahasa yang sesuai, serta menyampaikan informasi agar dapat diingat setelah kegiatan selesai.

“Kami juga belajar dari kegiatan ini, mulai dari cara berkomunikasi dengan anak-anak, membuat mereka tertarik mengikuti kegiatan, sampai menyampaikan pesan agar mudah diingat. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka bisa menerapkannya di rumah maupun di sekolah,” katanya.

Selain memberikan pengetahuan mengenai kebersihan diri, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan membangun interaksi dengan lingkungan sekolah. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana materi kesehatan perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik agar penyampaiannya efektif.

Bagi pihak sekolah, edukasi kesehatan dapat menjadi penguatan terhadap pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan dalam keseharian siswa. Pengetahuan yang diperoleh anak juga berpotensi diterapkan di rumah sehingga kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan ketika berada di sekolah.

Kegiatan edukasi tersebut merupakan salah satu program kerja kelompok BSI Explore 2026 di Desa Karang Indah. Tim yang bertugas terdiri atas Kohar Hanapi sebagai ketua, bersama Aulia Rahma Suryani, Derina Rizkia Zahra, Fazryan Syauqi, Laura Syahnanda Zulfia, dan Nurulita Khusnul Khotimah. Pelaksanaan program berada dalam pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

BSI Explore 2026 merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dari perkuliahan melalui kegiatan langsung di masyarakat. Program tersebut berlangsung pada 5–25 Agustus 2026 dan melibatkan 38 desa mitra.

Setiap tim ditempatkan di salah satu desa mitra untuk menjalankan program kerja berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat. Tim beranggotakan lima mahasiswa dan mendapatkan pendampingan dari satu DPL untuk membantu pelaksanaan kegiatan sesuai tujuan dan luaran yang telah ditetapkan.

Bagi siswa SDN Karang Indah 01, kegiatan pada 6 Agustus menjadi kesempatan untuk mempraktikkan kebiasaan kesehatan secara langsung. Sementara bagi mahasiswa, interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman lapangan dalam memahami cara menyampaikan edukasi yang sesuai dengan usia peserta didik di lingkungan sekolah.