News

Jembatan Perintis Garuda Pangkas Jarak Warga Kalijati ke Pasar

×

Jembatan Perintis Garuda Pangkas Jarak Warga Kalijati ke Pasar

Sebarkan artikel ini
Jembatan

Karawanghitz, Karawang — Jembatan Perintis Garuda di Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, resmi dibuka pada Senin (10/8/2026). Jembatan yang dibangun Kodim 0604/Karawang itu memangkas jarak warga menuju Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar hingga sekitar tiga kilometer.

Peresmian dilakukan Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Dandim 0604/Karawang Letkol Infanteri Nanda Siswanto, Kapolresta Karawang, serta sejumlah pemangku kepentingan. Jembatan tersebut kini menjadi penghubung bagi masyarakat dari dua wilayah yang selama ini tidak memiliki akses langsung.

Jembatan Perintis Garuda memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 1,5 meter. Kehadirannya memudahkan warga menuju sekolah, pasar, dan lahan pertanian tanpa harus melewati rute yang lebih jauh.

Baca juga:
Baterai EV Kini Diproduksi Lokal, Pabrik Baterai Karawang Mulai Beroperasi Juli 2026

Sebelum jembatan dibangun, warga Desa Kalijati yang hendak menuju Kamurang harus menggunakan jalur memutar. Kondisi itu terutama dirasakan pelajar dan petani yang membutuhkan akses antarwilayah untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Amin, warga Desa Kalijati, mengatakan jalur baru tersebut membuat perjalanan menuju pasar menjadi lebih dekat. Sebelumnya, warga harus melewati kawasan Cikampek untuk mencapai tujuan.

“Alhamdulillah, akses masyarakat untuk ke pasar sekarang lebih dekat karena tidak perlu terlalu memutar. Sekarang tidak perlu menempuh jalur jauh,” ujar Amin saat ditemui Senin (10/8/2026).

Dandim 0604/Karawang Letkol Infanteri Nanda Siswanto menjelaskan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari empat proyek jembatan yang dikerjakan Kodim 0604/Karawang. Dua proyek di antaranya telah rampung di Kecamatan Jatisari.

“Untuk saat ini ada empat jembatan yang kami bangun. Alhamdulillah, dua sudah selesai di Kecamatan Jatisari. Yang pertama renovasi sepanjang 90 meter, dan yang kedua pembangunan sepanjang 90 meter dengan lebar 1,5 meter,” kata Nanda.

Menurut Nanda, jembatan yang menghubungkan Jatisari dengan Tirtamulya dibangun karena sebelumnya belum tersedia akses penghubung yang memadai. Warga harus memutar sekitar tiga kilometer, terutama anak sekolah dan petani yang membutuhkan jalur tersebut secara rutin.

Pada titik lain yang masuk dalam pekerjaan Kodim, dilakukan renovasi terhadap jembatan lama yang mengalami kerusakan. Sebelum diperbaiki, warga di lokasi tersebut harus menempuh jarak sekitar empat hingga lima kilometer untuk mencapai wilayah tujuan.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda membuka konektivitas baru bagi masyarakat Jatisari dan Tirtamulya. Pembangunan jembatan tersebut berlangsung sekitar dua bulan sebelum akhirnya dapat digunakan.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0604 Karawang yang sudah merealisasikan pembangunan jembatan ini,” ujar Aep.

Menurut Aep, keberadaan jembatan dapat membantu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan jalan usaha tani serta akses jalan pendukung di sekitar jembatan.

“Nanti akan kita selesaikan jalan usaha tani, termasuk ke depannya akses jalan untuk masyarakat. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” kata Aep.

Rencana pembangunan akses pendukung tersebut ditujukan untuk melengkapi jalur yang telah tersedia. Jalan usaha tani diharapkan dapat menunjang kegiatan warga yang bekerja di sektor pertanian, sementara akses lainnya disiapkan untuk mendukung perjalanan masyarakat sekitar.

Jembatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki hubungan antarkawasan yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Akses yang lebih dekat dapat mengurangi waktu perjalanan warga dan memudahkan kegiatan yang membutuhkan perpindahan antara Jatisari dan Tirtamulya. Pemanfaatannya akan mengikuti kebutuhan masyarakat serta kondisi jalan pendukung yang tersedia di sekitar lokasi. Pemerintah daerah akan melihat kebutuhan lanjutan berdasarkan kondisi di lapangan.

Bagi warga Kalijati dan Kamurang, jembatan tersebut menjadi pilihan jalur yang lebih singkat dibandingkan rute sebelumnya. Pelajar dapat menggunakannya untuk perjalanan menuju sekolah, sedangkan petani memperoleh akses yang lebih dekat menuju lahan pertanian.

Baca juga:
Polres Karawang Ringkus 32 Tersangka Narkoba Selama Juni-Juli 2026, 80 Ribu Butir OKT Disita

Selain jembatan baru di lokasi tersebut, Kodim 0604/Karawang masih memiliki dua proyek jembatan lain dalam rangkaian pembangunan yang telah direncanakan. Dua jembatan di Kecamatan Jatisari menjadi bagian dari empat pekerjaan yang dikerjakan oleh jajaran Kodim.

Pemerintah Kabupaten Karawang akan melanjutkan pembangunan akses pendukung sesuai kebutuhan di sekitar lokasi. Penyelesaian jalan usaha tani dan akses masyarakat menjadi bagian lanjutan setelah jembatan mulai digunakan.

Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, warga Kalijati dan Kamurang kini memiliki jalur penghubung yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan harian. Akses tersebut memperpendek perjalanan menuju sejumlah tujuan, sementara pemerintah daerah melanjutkan penyiapan infrastruktur pendukung di kawasan sekitar.