PendidikanLiterasi SekolahNews

Alumni BSI Explore 2025 Bagikan Pesan tentang Kerja Sama

×

Alumni BSI Explore 2025 Bagikan Pesan tentang Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
Explore

Karawanghitz, Jakarta – Pengalaman bekerja sama dan menjaga kekompakan menjadi salah satu pelajaran yang dibagikan alumni kepada peserta BSI Explore 2025. Dalam sesi testimoni alumni, Mutia dan Dinda menyampaikan pentingnya membangun komunikasi, menghargai anggota tim, serta menyelesaikan tanggung jawab selama mengikuti rangkaian kegiatan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Sesi tersebut menjadi bagian dari BSI Explore 2025 yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun relasi dengan sesama peserta dan masyarakat. Melalui berbagai aktivitas kelompok, mahasiswa dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi.

Mutia mengingatkan peserta agar tidak mengutamakan kepentingan pribadi ketika bekerja dalam kelompok. Menurutnya, setiap anggota memiliki peran yang perlu dihargai sehingga komunikasi dan sikap saling mendengarkan menjadi hal penting untuk menjaga kekompakan tim.

Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang

“Selama mengikuti BSI Explore, jangan mengedepankan ego. Belajarlah mendengarkan, menghargai pendapat teman, dan tetap menjaga hubungan baik dalam berbagai kondisi. Tim yang kompak akan lebih mudah menghadapi tantangan dibandingkan berjalan sendiri,” ujar Mutia dalam sesi testimoni.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari peserta yang mengikuti kegiatan. Memasuki lingkungan perkuliahan membuat mahasiswa berhadapan dengan orang-orang yang memiliki karakter, kebiasaan, dan latar belakang berbeda. Kondisi itu membuat kemampuan berkomunikasi dan menyesuaikan diri menjadi bagian penting dalam menjalani aktivitas akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.

Menurut Mutia, kerja sama tidak hanya diperlukan ketika mahasiswa menghadapi tugas kelompok. Kebiasaan untuk mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan gagasan secara baik, serta menghargai perbedaan dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat selama menjalani kehidupan kampus.

Selain membahas kekompakan, Dinda menyampaikan pesan mengenai tanggung jawab. Ia mengingatkan peserta agar menyelesaikan setiap tugas yang telah diberikan dan tidak meninggalkan kewajiban sebelum selesai.

“Apa pun tugas yang sudah diberikan, tuntaskan sampai selesai. Jangan meninggalkan tanggung jawab di tengah jalan karena setiap proses yang dijalani akan membentuk kedisiplinan dan profesionalisme kita di masa depan,” tutur Dinda.

Pesan mengenai tanggung jawab tersebut berkaitan dengan kebiasaan yang perlu dibangun mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan waktu yang telah ditentukan dapat melatih kedisiplinan sekaligus membangun kemampuan mengelola kewajiban secara mandiri.

Selama BSI Explore 2025, nilai tersebut diterapkan melalui berbagai aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. Peserta perlu berkoordinasi dengan anggota kelompok, membagi tugas, berdiskusi ketika menemukan kendala, dan membantu rekan yang mengalami kesulitan. Proses tersebut membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi juga belajar menghadapi dinamika kerja kelompok.

Interaksi yang terbentuk selama kegiatan turut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal satu sama lain. Perbedaan karakter yang muncul dalam sebuah kelompok menjadi bagian dari proses adaptasi. Peserta perlu menemukan cara berkomunikasi yang sesuai agar tujuan bersama dapat tercapai tanpa mengabaikan kepentingan anggota lainnya.

BSI Explore 2025 sendiri menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan baru sekaligus memberikan pengalaman mengenai kehidupan akademik dan sosial. Peserta tidak hanya mendapatkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter melalui aktivitas yang membutuhkan kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.

Sesi testimoni alumni menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk melihat pengalaman tersebut dari perspektif mahasiswa yang telah lebih dahulu mengikuti BSI Explore. Cerita yang disampaikan memberikan gambaran mengenai tantangan yang dapat muncul ketika bekerja bersama orang lain serta pentingnya menjaga hubungan dalam kelompok.

Pengalaman para alumni juga menunjukkan bahwa kemampuan individu bukan satu-satunya faktor yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu kegiatan. Kemampuan berkoordinasi, menerima masukan, dan memahami peran anggota lain turut menentukan bagaimana sebuah tim menghadapi persoalan.

Nilai kerja sama tersebut relevan dengan kebutuhan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Lingkungan kerja menuntut seseorang untuk mampu berkolaborasi dengan orang yang memiliki latar belakang dan cara kerja berbeda. Karena itu, pengalaman bekerja dalam kelompok sejak masa kuliah dapat menjadi salah satu proses untuk membangun kemampuan tersebut.

Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Di sisi lain, tanggung jawab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerja sama. Setiap anggota perlu menyelesaikan perannya agar pekerjaan kelompok tidak terhambat. Kebiasaan tersebut dapat melatih mahasiswa untuk memahami konsekuensi dari tugas yang diterima sekaligus membangun sikap profesional.

Bagi peserta BSI Explore 2025, sesi testimoni alumni menjadi bagian dari pengalaman yang dapat diterapkan selama menjalani kehidupan kampus. Pesan mengenai kekompakan, komunikasi, dan tanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan rangkaian kegiatan tersebut, tetapi juga dengan berbagai aktivitas akademik dan organisasi yang akan mereka jalani.

Setelah sesi berlangsung, peserta kembali melanjutkan rangkaian kegiatan BSI Explore 2025 dengan bekal pengalaman dan arahan dari alumni. Kerja sama dalam kelompok, komunikasi antarpeserta, serta penyelesaian tugas menjadi bagian dari aktivitas yang terus dijalankan selama kegiatan berlangsung.