Karawanghitz, Karawang – Perpustakaan sekolah yang sempat terbengkalai, papan penunjuk arah yang belum tersedia, hingga kebutuhan informasi desa menjadi bagian dari pekerjaan yang dijalankan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) selama mengabdi di Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.
Melalui program yang memadukan pendidikan, inovasi digital, dan pemberdayaan masyarakat, kelompok mahasiswa BSI Explore 2026 dari Desa Situdam berhasil meraih Juara Umum (Kelompok Terbaik) I dalam Awarding Ceremony BSI Explore 2026 di Auditorium UBSI Kampus Kramat 98, Jakarta, Rabu (4/11).
Keberhasilan tersebut diraih kelompok yang dipimpin Rafly Ramadhan Ananda Rusli, mahasiswa Program Studi Informatika UBSI Kampus Kalimalang, di bawah pendampingan Surtika Ayumida, dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Karawang.
Bagi Surtika, pencapaian ini menjadi kejutan sekaligus hasil dari kerja sama yang terbangun sejak awal penugasan. Ia mengungkapkan, Desa Situdam sebelumnya belum banyak dikenal sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UBSI di Karawang.
Namun, melalui kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, dan masyarakat, berbagai program berhasil dijalankan hingga meninggalkan sejumlah luaran yang dapat dimanfaatkan warga.
Revitalisasi Perpustakaan dan Penguatan Literasi Sekolah lewat BSI Explore 2o26
Salah satu program yang menjadi perhatian kelompok Situdam adalah revitalisasi perpustakaan di SDN Situdam 1. Mahasiswa UBSI membersihkan dan menata kembali ruang perpustakaan yang sebelumnya terbengkalai, termasuk merapikan koleksi buku agar lebih mudah digunakan oleh siswa.
Upaya tersebut dilengkapi dengan kegiatan literasi tujuh menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM). Mahasiswa berharap pembiasaan membaca dapat membantu menumbuhkan minat literasi anak sejak dini.
Kelompok Situdam juga mendukung kebersihan lingkungan sekolah melalui pengadaan enam tong sampah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menjaga lingkungan di kalangan siswa.
“Revitalisasi perpustakaan sekolah yang tadinya terbengkalai dan kotor, kami tata ulang buku-bukunya hingga berhasil menumbuhkan minat baca anak-anak,” ungkap Surtika, Rabu (4/11).
Inovasi digital untuk desa dan sekolah
Pengabdian kelompok Situdam tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Di tingkat desa, mahasiswa membuat papan nama dan penunjuk arah di sejumlah titik dusun untuk membantu warga maupun pengunjung mengenali wilayah setempat.
Kelompok ini juga merancang website profil Desa Situdam serta sistem informasi untuk sekolah. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses informasi mengenai desa dan mendukung kebutuhan institusi pendidikan.
Rafly menjelaskan bahwa program kerja kelompoknya terbagi dalam dua sektor utama, yakni desa dan sekolah.
Di tingkat desa, mahasiswa berupaya memperkuat identitas wilayah melalui papan penunjuk arah. Sementara di sekolah, program diarahkan pada literasi, revitalisasi perpustakaan, kebersihan lingkungan, serta pengembangan sistem informasi.
“Rasa bahagia dan bangga tentu luar biasa karena tidak menyangka bisa meraih predikat Juara Umum I di BSI Explore 2026,” ujar Rafly, Rabu (4/11).
Ia berharap program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Rafly juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pencemaran limbah di Desa Situdam.
Di Balik Prestasi, Ada Persoalan Lingkungan yang Perlu Diperhatikan
Selama menjalankan pengabdian, kelompok Situdam turut menemukan persoalan lingkungan yang dirasakan masyarakat, yakni pencemaran limbah di aliran sungai.
Surtika menjelaskan bahwa pencemaran tersebut berasal dari aliran hulu wilayah Purwakarta hingga ke hilir. Kondisi sungai yang berbau menyengat menjadi tantangan tersendiri bagi warga.
Di sisi lain, masyarakat berharap aliran sungai tetap dapat mendukung kesuburan area persawahan. Situasi ini memperlihatkan persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa UBSI selama berada di tengah masyarakat. Pengabdian tidak hanya memperkenalkan program dan teknologi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan yang membutuhkan solusi jangka panjang.
Baca juga: BSI Explore Bantu SDN Tunggaljaya 2 Miliki Website Sekolah
Surtika mengaku tidak menyangka kelompok yang didampinginya berhasil meraih Juara Umum I. Ia mengapresiasi kekompakan mahasiswa, dukungan warga, serta kerja sama yang terbangun selama program berlangsung.
Bagi kelompok Situdam, penghargaan BSI Explore 2026 menjadi apresiasi atas kerja bersama yang telah dilakukan. Namun, nilai pengabdian sesungguhnya terletak pada keberlanjutan manfaat, mulai dari perpustakaan yang kembali digunakan, informasi desa yang semakin mudah diakses, hingga kepedulian terhadap lingkungan yang terus perlu diperjuangkan.












