Karawanghitz, Jakarta – Wakil Rektor II Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Adi Supriyatna, M.Kom, mengingatkan mahasiswa agar menjaga kesehatan sekaligus nama baik almamater sebagai bekal menjalani perkuliahan dan menghadapi dunia kerja. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa UBSI yang membahas pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik, kesehatan, etika, dan tanggung jawab.
Adi menilai kesehatan merupakan fondasi yang perlu diperhatikan mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan akademik, organisasi, maupun aktivitas pengembangan diri secara optimal. Menurutnya, upaya mengejar prestasi perlu berjalan seiring dengan kemampuan menjaga kondisi fisik dan mental.
“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan. Kesehatan adalah modal utama untuk belajar, berkarya, dan menggapai cita-cita. Jangan sampai semangat berprestasi justru membuat kita mengabaikan kondisi tubuh maupun kesehatan mental,” ujar Adi Supriyatna, M.Kom.
Baca juga:
Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’
Ia menjelaskan, kehidupan mahasiswa menghadirkan tantangan yang semakin beragam. Penguasaan kompetensi akademik dan keterampilan digital menjadi kebutuhan penting, tetapi keduanya perlu disertai kemampuan mengatur waktu serta membangun pola hidup yang sehat. Kondisi kesehatan yang tidak terjaga dapat mengganggu aktivitas dan menghambat pengembangan potensi mahasiswa.
Selain kesehatan, Adi menekankan pentingnya menjaga nama baik UBSI di mana pun mahasiswa berada. Ia mengatakan mahasiswa merupakan bagian dari identitas almamater yang dapat dinilai masyarakat melalui sikap, perilaku, komunikasi, dan karya yang dihasilkan.
Menurutnya, reputasi kampus tidak hanya terbentuk dari capaian akademik mahasiswa. Cara berinteraksi dengan orang lain, menghargai perbedaan, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta menunjukkan profesionalisme ketika menjalani magang atau memasuki dunia kerja juga menjadi bagian dari penilaian terhadap mahasiswa.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa setiap sikap dan tindakan dapat membawa nama almamater. Karena itu, etika, tanggung jawab, dan cara berkomunikasi harus dijaga dalam berbagai lingkungan,” kata Adi.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembinaan. Peserta tampak menyimak materi dan memanfaatkan sesi diskusi untuk membahas pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi, termasuk dalam menjaga keseimbangan aktivitas selama mengikuti BSI Explore 2026.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Mahasiswa tidak hanya menerima arahan dari pimpinan universitas, tetapi juga diajak merefleksikan kebiasaan yang perlu dibangun sejak masa perkuliahan. Hal sederhana seperti mengatur pola makan, mencukupi waktu istirahat, berolahraga secara rutin, dan menjaga etika komunikasi menjadi bagian yang dibahas dalam pembinaan.
Kesehatan fisik dan mental menjadi perhatian karena mahasiswa memiliki berbagai tuntutan yang harus dijalankan secara bersamaan. Perkuliahan, kegiatan organisasi, program pengabdian, hingga persiapan memasuki dunia profesional membutuhkan kondisi yang memungkinkan mahasiswa tetap fokus dan produktif.
Dalam pembinaan itu, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi bagian dari upaya mempertahankan kualitas aktivitas sehari-hari. Pengelolaan waktu antara belajar, kegiatan sosial, istirahat, dan aktivitas lain perlu dilakukan agar mahasiswa tidak mudah kehilangan fokus. Sementara itu, etika perlu diterapkan secara konsisten, baik ketika berinteraksi secara langsung maupun saat menggunakan ruang digital. Dengan kebiasaan tersebut, mahasiswa dapat menjalani proses pembelajaran dengan lebih terarah.
Di sisi lain, pembentukan karakter dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Kemampuan akademik dan keterampilan profesional perlu berjalan bersama dengan integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta sikap adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Kegiatan pembinaan tersebut juga berkaitan dengan pengalaman mahasiswa dalam mengikuti BSI Explore 2026. Program yang melibatkan mahasiswa dalam aktivitas di masyarakat menuntut peserta untuk mampu berkomunikasi, bekerja sama, menjaga sikap, serta menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan.
Baca juga:
Tujuan Kuliah adalah Mengembangkan Pola Pikir, Bukan Mencari Uang
Melalui arahan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan positif selama menjalani masa studi. Menjaga kesehatan dapat membantu mereka mempertahankan kemampuan belajar dan beraktivitas, sedangkan menjaga perilaku dan nama baik almamater menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai mahasiswa UBSI.
Pesan Adi juga menempatkan keberhasilan mahasiswa dalam konteks yang lebih luas. Prestasi akademik tetap penting, tetapi kemampuan menjaga kesehatan, membangun karakter, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan turut menentukan kesiapan seseorang menghadapi lingkungan profesional.
Pembinaan mahasiswa kemudian menjadi ruang bagi peserta untuk melihat kembali kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan dan etika. Setelah kegiatan, pesan mengenai keseimbangan antara prestasi, kesehatan, dan tanggung jawab menjadi bagian dari bekal mahasiswa selama melanjutkan perkuliahan serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.










