Karawanghitz, Purwakarta – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (D3) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kabupaten Karawang menyerahkan aplikasi Absenku, sebuah sistem informasi absensi berbasis web, kepada SMKN Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada 17 Juli 2026. Aplikasi ini dirancang untuk membantu sekolah mengelola kehadiran siswa secara lebih terintegrasi, akurat, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pengembangan Absenku menjadi salah satu implementasi hasil pembelajaran mahasiswa yang diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam mengelola data absensi. Sistem tersebut menghadirkan berbagai fitur yang mendukung pencatatan kehadiran secara real-time, sekaligus mempermudah proses administrasi yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional.
Ketua tim pengembang, Theresia Givani Naibaho, bersama anggota tim mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (D3) UBSI Kampus Kabupaten Karawang, menyerahkan aplikasi tersebut kepada pihak SMKN Bungursari sebagai mitra pengguna. Penyerahan aplikasi sekaligus menandai selesainya proses pengembangan sistem yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah.
Baca juga:
Sambut Hari Anak Nasional 2026, AHM Edukasi Ribuan Anak Pahami Keselamatan Berlalu Lintas
Sebelum tahap pengembangan dilakukan, tim mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan observasi serta analisis terhadap sistem absensi yang digunakan di SMKN Bungursari. Langkah tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan pengguna sehingga aplikasi yang dikembangkan dapat mendukung aktivitas administrasi sekolah secara optimal.
Dari hasil analisis tersebut, tim menemukan perlunya sistem absensi yang mampu mempermudah pengelolaan data kehadiran siswa sekaligus memberikan informasi secara cepat kepada pihak sekolah maupun orang tua. Berangkat dari kebutuhan itu, mahasiswa kemudian merancang Absenku dengan sejumlah fitur yang saling terintegrasi.
Aplikasi ini memungkinkan administrator mengelola data siswa, data kelas, jadwal absensi, hingga melakukan pemantauan kehadiran secara langsung. Selain itu, sistem juga menyediakan fasilitas impor data melalui file Excel sehingga proses pengelolaan data dalam jumlah besar dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Salah satu fitur yang menjadi keunggulan Absenku adalah penerapan teknologi geofence. Melalui fitur ini, proses absensi hanya dapat dilakukan ketika siswa berada di area yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Mekanisme tersebut diharapkan mampu meningkatkan validitas data kehadiran sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan sistem absensi.
Tidak hanya itu, aplikasi juga dilengkapi dengan layanan notifikasi WhatsApp kepada orang tua. Setiap data kehadiran siswa dapat diinformasikan secara otomatis sehingga orang tua memperoleh informasi mengenai kehadiran anaknya tanpa harus menunggu laporan dari sekolah.
Theresia Givani Naibaho mengatakan bahwa pengembangan aplikasi ini berangkat dari kebutuhan nyata yang ditemukan saat proses observasi di sekolah. Menurutnya, solusi digital perlu dirancang agar mampu memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh pengguna.
“Kami berupaya menghadirkan sistem yang tidak hanya mempermudah pengelolaan absensi, tetapi juga mendukung komunikasi antara sekolah dan orang tua. Harapannya, aplikasi ini dapat membantu meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus membuat proses administrasi menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Selain mendukung proses pencatatan kehadiran, Absenku juga memberikan kemudahan dalam pengaturan jadwal dan lokasi absensi sesuai kebutuhan sekolah. Seluruh data tersimpan secara digital sehingga proses pencarian informasi, rekapitulasi, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Bagi SMKN Bungursari, penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi sekolah seiring berkembangnya transformasi digital di sektor pendidikan. Penggunaan sistem berbasis web juga memungkinkan proses pemantauan berlangsung secara lebih fleksibel dan terdokumentasi dengan baik.
Baca juga:
Kenali Beberapa Beasiswa Pemerintah yang Bisa Jadi Pilihan untuk Melanjutkan Pendidikan
Sementara itu, bagi mahasiswa, proyek pengembangan Absenku menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan kompetensi di bidang analisis kebutuhan, perancangan sistem, hingga implementasi aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kolaborasi dengan sekolah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan yang dihadapi dunia pendidikan sekaligus mengembangkan solusi berbasis teknologi informasi.
Melalui kegiatan tersebut, UBSI Kampus Kabupaten Karawang terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kerja sama dengan institusi pendidikan menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi digital yang relevan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan administrasi sekolah.
Dengan telah diserahkannya aplikasi Absenku kepada SMKN Bungursari, pihak sekolah kini memiliki sistem absensi digital yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan kehadiran siswa secara lebih modern. Pengembangan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemanfaatan teknologi informasi yang semakin luas di lingkungan pendidikan.










